NPM, MANADO – Pendekatan humanis kembali ditunjukkan oleh personel Polresta Manado dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tiga orang penyandang tunawicara mendatangi ruang SPKT Polresta Manado dalam keadaan terlibat perselisihan, Rabu (04/03/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Melihat situasi tersebut, Pamapta A dan personel SPKT segera mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi mediasi di ruang pelayanan.
Proses problem solving dipimpin oleh IPDA Muhammad Dani Febrian, bersama BRIPKA Sahril Hamzah dan BRIPDA Tsamarun Syahab.
Dengan penuh kesabaran, empati, dan komunikasi yang disesuaikan dengan kondisi para pihak, petugas berupaya menggali akar permasalahan.
Serta memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak untuk menyampaikan maksud dan keberatannya.
Dalam suasana yang kondusif, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Juga menyampaikan pentingnya menjaga hubungan baik dan menyelesaikan persoalan secara damai.
Melalui dialog yang terbuka dan penuh kekeluargaan, ketiganya akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut melalui mekanisme problem solving tanpa menempuh jalur hukum.
Proses mediasi berjalan lancar dan situasi kembali aman serta terkendali.
Secara terpisah, Kasi Humas Polresta Manado IPTU Agus Haryono menyampaikan bahwa pelayanan kepolisian harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Polri hadir untuk semua kalangan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ucap IPTU Agus Haryono.
Ia mengatakan, dalam setiap permasalahan, kami selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
“Agar solusi yang dihasilkan membawa kebaikan bersama serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian melalui problem solving merupakan salah satu bentuk pelayanan prima kepolisian.
Dimana kepolisian mengutamakan musyawarah dan mufakat, sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Polresta Manado dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif dannprofesional.
Serta berorientasi pada kemanusiaan demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kota Manado. (fer)













