NPM, Amurang — Ratusan umat Katolik di Paroki Kebangkitan Kristus Amurang menghayati makna penderitaan Yesus Kristus melalui prosesi Tablo Jalan Salib Hidup pada Jumat Agung, dalam suasana khidmat dan penuh permenungan iman, Jumat (3/4/2026).

Prosesi Jalan Salib Hidup yang diperankan oleh umat Katolik bersama Orang Muda Katolik (OMK) ini dibuka dengan doa oleh Pastor Paroki Kebangkitan Kristus Amurang, Paulus Canisius Rumondor MSC.
Tablo Jalan Salib dimulai dari halaman gedung persekolahan Katolik dan berakhir di pelataran Gereja Katolik Paroki Kebangkitan Kristus Amurang.

Tablo diawali dengan adegan Yesus berdoa di Taman Getsemani, dilanjutkan dengan peristiwa pengkhianatan dan penangkapan-Nya. Rangkaian peristiwa kemudian berkembang ke adegan pengadilan hingga perjalanan 14 perhentian Jalan Salib yang menggambarkan sengsara Kristus menuju penyaliban.
Sepanjang prosesi, umat mengikuti setiap perhentian dengan doa dan refleksi mendalam. Suasana haru pun menyelimuti jalannya ibadah, di mana sejumlah umat tampak menitikkan air mata sebagai ungkapan iman dan empati atas penderitaan Kristus.
Tablo Jalan Salib Hidup merupakan bentuk dramatik yang mengiringi peribadatan, menghadirkan kembali kisah sengsara Yesus hingga wafat di kayu salib.
Prosesi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Pekan Suci umat Katolik, khususnya pada Jumat Agung yang termasuk dalam Tri Hari Suci Paskah.
Sebagaimana diketahui, Tri Hari Suci Paskah merupakan tiga hari paling sakral dalam liturgi Gereja Katolik, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Misa Malam Paskah. (Buds)













