Lansia Bukan Beban, Tapi Kekuatan: Sekolah Lansia PWRI Sulut Tegaskan Peran Strategis

Ferdinand E.M. Mewengkang. (dok)

NPM, Manado – Paradigma tentang lanjut usia kembali ditegaskan: bukan kelompok yang bergantung, melainkan kekuatan sosial yang mampu mendorong pembangunan.

Gagasan ini mengemuka dalam Pembelajaran Ketujuh Sekolah Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sulawesi Utara yang digelar, Kamis (30/4/2026).

Bertempat di ruang rapat Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara, kegiatan ini mengangkat tema “Lansia Berdaya, Pembangunan Berkelanjutan.”

Hadir sebagai narasumber, Drs Ferdinand E.M. Mewengkang MM menekankan bahwa lansia memiliki posisi strategis dalam menjaga kesinambungan nilai, pengalaman, dan stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada generasi muda, tetapi juga membutuhkan kontribusi lansia sebagai penjaga kearifan, penguat karakter keluarga, serta penghubung antargenerasi.

“Ketika lansia tetap aktif dan diberdayakan, maka pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga berakar kuat pada nilai dan pengalaman,” ujar Mewengkang.

Suasana pembelajaran berlangsung dinamis, dengan peserta didorong untuk melihat kembali potensi diri sebagai individu yang tetap produktif dan relevan.

Diskusi juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap mandiri dan berdaya.

Melalui pembelajaran ini, Sekolah Lansia PWRI Sulawesi Utara tidak sekadar menjadi ruang edukasi, tetapi juga arena perubahan cara pandang bahwa lansia adalah bagian penting dari solusi pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *