NPM Amurang – Suasana haru dan kepanikan menyelimuti Lorong Gardu, Desa Suluun Satu, Kecamatan Suluun Tareran, Rabu pagi (27/5/2026), saat rumah milik keluarga Mantur–Sumual dilalap si jago merah.

Kobaran api yang begitu cepat membesar membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah. Tangisan, teriakan meminta tolong, hingga upaya warga memadamkan api menggunakan alat seadanya menjadi pemandangan memilukan di lokasi kejadian.

Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarga tersebut habis dilalap api hanya dalam waktu singkat. Warga yang menyaksikan peristiwa itu tampak tidak mampu menyembunyikan rasa sedih melihat bangunan rumah perlahan runtuh diterjang kobaran api.
“Tidak ada yang sanggup menahan rasa sedih ketika melihat rumah tinggal habis lenyap karena kebakaran,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.
Di tengah kepanikan, masyarakat sekitar bahu-membahu membantu memadamkan api sambil berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi. Kekhawatiran semakin terasa karena di sekitar lokasi berdiri rumah-rumah panggung milik warga yang berpotensi ikut terbakar apabila api tidak segera dikendalikan.
Peristiwa tersebut juga sempat ramai disiarkan secara langsung melalui media sosial Facebook sebagai bentuk permintaan bantuan mobil pemadam kebakaran.
Meski sempat muncul keluhan warga terkait waktu kedatangan petugas pemadam kebakaran, sebagian masyarakat memilih memahami situasi yang dihadapi petugas di lapangan.
“Petugas Damkar pasti sudah berusaha datang secepat mungkin. Kita harus mengerti kondisi perjalanan dan hambatan di jalan,” ujar warga lainnya.
Di balik musibah tersebut, solidaritas warga Desa Suluun Satu terlihat begitu kuat. Masyarakat saling membantu, menguatkan, dan mendampingi keluarga korban yang masih terpukul akibat kehilangan tempat tinggal mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian yang dialami korban. (bds)













