NPM, Amurang – Solid, kuat, dan siap bertarung pada Pemilu 2029. Itulah pesan yang mengemuka dalam Rapat Konsolidasi DPD Partai Golkar Kabupaten Minahasa Selatan yang digelar di Megataru, Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkuat soliditas kader sekaligus merapatkan barisan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus harian DPD Partai Golkar Minsel, pimpinan kecamatan, pengurus desa dan kelurahan, kader serta simpatisan Partai Golkar dari berbagai wilayah di Kabupaten Minahasa Selatan.
Turut hadir Anggota DPR RI Dr. (HC) Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara, dr. Michaela Elsiana Paruntu (MEP), Anggota DPRD Minsel Ezekiel Paruntu Stuart, SH serta seluruh legislator Fraksi Partai Golkar DPRD Minahasa Selatan.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Minsel yang sudah terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulut dr. Michaela Elsiana Paruntu (MEP), menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh kader dan pengurus partai yang tetap solid dalam memperkuat organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Puji syukur kepada Tuhan karena rapat konsolidasi ini dapat terlaksana dengan baik. Kehadiran seluruh pengurus kecamatan, desa, kelurahan, kader dan simpatisan menunjukkan bahwa semangat Partai Golkar di Minahasa Selatan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya bersama jajaran Partai Golkar terus turun langsung ke masyarakat. Dari 17 kecamatan yang ada di Minsel, sebanyak 15 kecamatan telah dikunjungi untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat, serta menyalurkan bantuan dari Partai Golkar.
Menurutnya, banyak program pemerintah yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan UMKM, karena itu, masyarakat didorong untuk membentuk kelompok tani dan kelompok usaha yang siap dan aktif agar dapat menerima bantuan yang tersedia.
“Kami hanya bisa menyalurkan bantuan kepada kelompok yang memiliki wadah dan kesiapan administrasi. Bantuan ada, tetapi jika kelompoknya belum siap, tentu tidak bisa disalurkan. Karena itu mari kita bersama-sama mempersiapkan diri dan memanfaatkan peluang yang ada,” katanya.
MEP juga mengajak seluruh kader untuk menjaga kekompakan dan menyampaikan berbagai masukan melalui forum-forum resmi partai.
“Jangan berkoar-koar di luar. Jika ada hal yang perlu dibicarakan, mari kita sampaikan dalam forum konsolidasi partai. Kita harus tetap bersatu dan menjaga soliditas. Konsolidasi menjadi agenda penting dalam menyongsong Pemilu 2029,” tegasnya.
Menurut MEP, setelah diterimanya Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD Partai Golkar Sulut, seluruh struktur partai mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa harus segera bergerak secara serentak untuk memperkuat organisasi.
“Kita harus merapatkan barisan dan bergandeng tangan. Target Partai Golkar ke depan adalah memenangkan Pemilu 2029. Karena itu seluruh pengurus dan kader harus mulai bekerja dari sekarang,” ujar MEP.
MEP mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan para kader dan pengurus Partai Golkar Minsel yang selama ini dikenal memiliki militansi tinggi.
“Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan seluruh kader dan pengurus. Semangat Partai Golkar di Minahasa Selatan tidak pernah pudar. Target kita adalah memenangkan Pilkada, Pileg dan Pilpres yang akan datang,” katanya.
Dengan semangat kebersamaan dan optimisme menuju kemenangan, MEP secara resmi membuka Rapat Konsolidasi Partai Golkar Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2026.
Sebelumnya, mantan Anggota DPRD Kabupaten Minsel dari Partai Golkar Pnt. Dolly Tampemawa menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang hadir.
“Atas nama keluarga dan seluruh yang hadir, kami menyampaikan selamat datang kepada Ibu Christiany Eugenia Paruntu, Ibu Michaela Elsiana Paruntu, Ezekiel Paruntu Stuart, seluruh anggota DPRD Partai Golkar, pimpinan Partai Golkar kecamatan, kader, serta simpatisan yang hadir pada kegiatan ini,” ujarnya.
Rapat konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat serta pembahasan agenda penguatan organisasi dalam menghadapi berbagai agenda politik mendatang. (bds)













