Wagub Mailangkay Bacakan Sambutan Gubernur di NISF 2026, Sulut Tawarkan Pasifik Gateway dan Hilirisasi Kelapa ke Investor

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Johannes Victor Mailangkay berpidato pada pembukaan North Sulawesi Investment Forum 2026 di Four Points Hotel Manado. (ist)

NPM, Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Johannes Victor Mailangkay membacakan sambutan Gubernur Yulius Selvanus dalam pembukaan North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 di Four Points Hotel, Manado, Jumat (7/08/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan Sulawesi Utara siap menjadi Gerbang Utama Pasifik Gateway dan mengajak investor menanamkan modal di sektor hilirisasi kelapa terpadu.

“Samudra Pasifik, Sulawesi Utara merupakan hub logistik dan perdagangan tercepat menuju pasar Asia Timur. Jepang, Korea, Tiongkok, serta kawasan Pasifik,” demikian petikan sambutan Gubernur.

Keunggulan itu didukung integrasi Pelabuhan Hub Internasional Bitung dan Bandara Internasional Sam Ratulangi yang mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya pengiriman hingga 30-40% dibanding pelayaran konvensional.

Di sektor komoditas, Sulut juga merupakan salah satu produsen kelapa terbesar nasional. Pemprov Sulut mengundang investor untuk berinvestasi pada industri pengolahan bernilai tambah tinggi atau deep processing.

“Bukan sekadar ekspor bahan mentah, tapi kembangkan industri olahan kelapa terpadu: oleofood, oleokimia, dll,” tegas Gubernur.

NSIF 2026 sendiri bertujuan memacu kemajuan Sulawesi Utara menuju Indonesia Emas 2045.

Pemprov Sulut mengajak investor, BUMN, BUMD, dan mitra strategis nasional maupun internasional untuk berinvestasi.

Komitmen Pemprov guna menciptakan iklim investasi yang kuat, digitalisasi layanan, dan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Bank Indonesia sebelumnya memaparkan Sulawesi Utara memiliki Momentum, Potensi, dan Kesiapan Investasi dalam acara North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026.

Sulut dinilai tidak hanya menawarkan potensi, tetapi juga momentum pertumbuhan, pendampingan project owner, serta portofolio proyek investasi strategis yang IPRO – Investment Ready to Offer.

Dalam pemaparan tersebut, ada 3 pilar utama yang menjadi daya tarik investasi di Sulawesi Utara:

Pertama, Momentum Ekonomi Terjaga.

Ekonomi Sulut pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,42% yoy. Investasi juga menguat dengan PMTB naik 7,12% yoy dan IUI Konstruksi meningkat 7,63% yoy. Kinerja ini mencerminkan fondasi ekonomi daerah yang kuat dan berdaya saing tinggi.

Kedua, Pendampingan Pendampingan Peoject Owner.

RIRU mendampingi project owner dari tahap kurasi proyek, penguatan kapasitas, business matching hingga aftercare & investor engagement.

Tujuannya memastikan setiap proyek benar-benar siap ditawarkan kepada investor.

Ketiga, Portofolio Proyek Investasi Strategis.

Portofolio proyek investasi tersebar lintas wilayah dan mencakup sektor perikanan, pariwisata, kawasan industri, air minum, serta kesehatan.

Pendampingan dilakukan melalui penguatan substansi, penyiapan studi dan proposal, site visit, serta fasilitasi promosi investasi.

Portofolio ini menunjukkan bahwa peluang investasi di Sulut tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada infrastruktur dan layanan publik. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *