NPM, Manado – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado mendukung pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program tersebut menyasar satuan pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado Bart Assa ST MSc PhD, mengatakan program revitalisasi merupakan bagian dari upaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan wujud nyata ikhtiar bersama dalam menghadirkan ekosistem belajar yang aman, sehat, nyaman, dan bermartabat bagi generasi penerus,” ujar Assa, Kamis (17/9/2026).
Menurut Assa, Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr Richard Sualang memberikan dukungan terhadap program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan serta memastikan peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang representatif.
Ia menjelaskan, revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta nyaman.
Program revitalisasi di Kota Manado telah dilaksanakan secara bertahap. Pada tahun anggaran 2025, program tersebut menyasar SKB Manado, TK Negeri 10 Manado, TK GMIM Tetap Kasih Manado, SD GMIM 49 Kaiwatu Manado, dan SMP Advent 01 Manado.
Memasuki tahun anggaran 2026, cakupan program diperluas ke sejumlah satuan pendidikan pada jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Pada jenjang PAUD, sasaran program meliputi TK Negeri Pembina, TK Gembira Ria, TK GMIM Sejahtera, TK St. Laurentius, TK Negeri 1, KB Hebat, TK Negeri 18, TK Fr. Don Bosco, TK GMIM Via Dolorosa, TK Mitra, dan TK Negeri 8.
Pada jenjang SD, revitalisasi mencakup SD Negeri 02 Manado, SD Negeri 46 Manado, SD Negeri 20 Manado, SD Inpres Tongkaina, SD Negeri 32 Manado, SD Negeri 61 Manado, SD Negeri 19 Manado, SD Alkhaerat 02 Manado, SD GMIM 54 Lapangan Manado, SD GMIM 35 Manado, SD Negeri 30 Manado, SD Negeri 75 Manado, SD Negeri 31 Manado, SD Negeri 36 Manado, SD Negeri 126 Manado, dan SD Garuda Manado.
Sementara pada jenjang SMP, sasaran program meliputi SMP Negeri 14 Manado, SMP Negeri 2 Manado, SMP Kristen Tikala Manado, SMP Garuda Manado, SMP Kristen Mapanget Barat, SMP Katolik Siti Fatimah, SMP Cokroaminoto, SMP Katolik Santo Antonius, SMP Kristen Zaitun, SMP Kristen 45 Paniki Bawah, dan SMP Kristen Syalom Molas.
Dalam pelaksanaannya, Dikbud Kota Manado menjalankan fungsi koordinasi, pembinaan, pendampingan, pemantauan, dan pengendalian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan serta hasil pekerjaan memenuhi standar yang ditetapkan.
Assa juga mengingatkan para kepala sekolah agar menjalankan tugas dengan mengedepankan integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Menurutnya, masyarakat, pemerhati pendidikan, dan media dapat turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program.
“Seluruh pihak yang terlibat juga diharapkan menjunjung etika kerja yang bersih, menjauhkan diri dari segala bentuk konflik kepentingan maupun gratifikasi yang menyalahi ketentuan kedinasan,” kata Assa.
Ia menambahkan, keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat fasilitas tersebut dalam menunjang proses belajar mengajar dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Yang sedang dibangun di Kota Manado bukan sekadar bata dan semen, melainkan masa depan anak-anak,” pungkasnya. (dio)













