Kuliah Umum Menlu Sugiono di Unsrat, Sulut Melting Pot Diplomasi

NPM, Manado – Universitas Sam Ratulangi Unsrat gelar kuliah umum bersama Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, H. Sugiono, Jumat 26 Juni 2026 di Gedung Rektorat.

Kuliah umum ini jadi kesempatan pertama Menlu Sugiono di Unsrat pasca masuk kabinet Merah Putih.

“Ini mengesankan bagi saya. Sangat simbolik dan filosofis,” ungkap Menlu Sugiono.

Kata Menlu, masyarakat Sulawesi Utara punya karakteristik dekat dengan dunia diplomasi karena keterbukaan sejak dulu.

Sulut juga punya melting pot atau metafora masyarakat heterogen, di mana berbagai budaya, ras, dan etnis melebur jadi satu kesatuan harmonis.

“Banyak gagasan dan pertanyaan-pertanyaan adik-adik mahasiswa yang kritis. Ada semangat nasionalisme,” tutur Menlu.

Mahasiswa ingin tahu posisi Indonesia untuk navigasi situasi global.

Menlu juga menyebutkan posisi Sulut strategis karena punya gerbang pasifik, berbatasan langsung dengan negara tetangga, kekayaan alam luar biasa, dan destinasi pariwisata. Ditambah budaya toleran.

“Saya berharap Sulut menjadi pusat pariwisata kawasan bagian timur,” terang Menlu.

Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng. IPU. ASEAN Eng menyampaikan, diplomasi internasional sangat relevan bagi perguruan tinggi kawasan timur Indonesia.

“Diplomasi menjadi instrumen yang sangat strategis bagi Indonesia untuk menjaga kepentingan nasional, memperkuat stabilitas kawasan, serta berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dan kesejahteraan dunia,” ujar Rektor Oktovian.

Kuliah umum ini diharapkan jadi momentum berharga bagi mahasiswa Unsrat pahami tantangan serta peluang diplomasi Indonesia di tengah perubahan tatanan global.

Kehadiran Menlu jadi ruang diskusi langsung dengan pembuat kebijakan luar negeri RI.

Diharapkan pula, lahir generasi muda Sulut yang paham peran diplomasi jaga kedaulatan dan citra Indonesia. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *