NPM, Manado – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E. menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan berpihak kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menjadi saksi pada kegiatan Pencatatan Perkawinan Massal Tahun 2026 di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, *Selasa (21/7/2026) pukul 13.00 WITA.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas sinergi dan kolaborasinya sehingga 130 pasangan dapat mengikuti pencatatan perkawinan massal hari ini.
“Kehadiran negara secara langsung dalam memberikan kepastian hukum atas status perkawinan membuktikan bahwa pelayanan administrasi kependudukan merupakan bagian mendasar dari pemenuhan hak konstitusional warga negara,” tegas Gubernur.
Menurutnya, pencatatan perkawinan lebih dari sekadar legalitas formal. Dengan tercatatnya perkawinan secara sah, setiap pasangan kini memperoleh dokumen kependudukan lengkap serta kepastian hukum bagi seluruh anggota keluarga.
“Hal ini menjadi dasar krusial bagi anggota keluarga untuk mengakses berbagai pelayanan publik fundamental, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga administrasi lainnya,” ujarnya.
Gubernur mengingatkan tema Hari Keluarga Nasional tahun ini bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa.
“Keluarga yang berkualitas akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkarakter,” katanya.
Sejalan dengan Hari Kependudukan Sedunia, Gubernur mengajak terus meningkatkan kualitas pengelolaan data kependudukan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
“Data kependudukan yang akurat hanya dapat diwujudkan apabila setiap peristiwa penting kependudukan, termasuk perkawinan, kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk, dicatat dengan baik,” jelasnya.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/kota yang berhasil menghadirkan inovasi pelayanan publik bidang administrasi kependudukan.
“Lomba inovasi tentu bukan semata-mata ajang kompetisi, melainkan wadah melahirkan gagasan kreatif. Inovasi harus menjadi budaya kerja seluruh aparatur, sehingga pelayanan administrasi kependudukan semakin cepat, mudah, inklusif, transparan, dan berbasis digital,” tegasnya.
Ia berharap inovasi terbaik dapat menjadi inspirasi daerah lain dan menginstruksikan jajaran Disdukcapil se-Sulut untuk memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta memanfaatkan teknologi informasi.
Secara khusus kepada 130 pasangan, Gubernur mengucapkan selamat berbahagia.
“Semoga keluarga yang dibangun menjadi keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, saling menghormati, serta menjadi teladan. Jadikan keluarga tempat bertumbuhnya nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam membentuk generasi penerus Sulawesi Utara yang unggul,” pungkas Gubernur Yulius.. (don)













