Turn Challenges Into Strength, Turn Failure Into Wisdom, Monica Tambajong Dorong Mahasiswa Terus Bertumbuh

NPM,MANADO— Anggota (DPRD) Kota Manado sekaligus alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi (FEB UNSRAT), Monica Tambajong, mendorong mahasiswa baru untuk menjadikan setiap tantangan dan kegagalan sebagai bagian dari proses membangun diri.

Pun pesan tersebut disampaikan Monica saat menjadi narasumber dalam kegiatan “Alumni Menginspirasi” pada rangkaian (PKKMB- FEB) UNSRAT, Kamis (13/8/2026).
Monica hadir mewakili Ikatan Keluarga Alumni (FEB-UNSRAT) dan berbagi pengalaman perjalanan pendidikan, organisasi, kewirausahaan, hingga pengabdiannya di ruang publik.

Dalam materinya, Monica menekankan pentingnya resilience atau ketangguhan dalam menghadapi proses kehidupan.

“Turn challenges into strength, turn failure into wisdom. Tantangan jangan hanya dilihat sebagai hambatan, tetapi sebagai kesempatan untuk menjadi lebih kuat. Dan kegagalan juga jangan hanya menjadi luka, tetapi harus menjadi pembelajaran,” ujar Monica.

Menurutnya, mahasiswa tidak perlu takut mengalami kegagalan selama memiliki kemauan untuk belajar, mengevaluasi diri, dan kembali mencoba. Iapun mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak membanding kan perjalanan hidupnya dengan orang lain.

“Different timeline does not mean different worth. Setiap orang punya waktunya sendiri. Jangan mengukur bab pertama kehidupan kita dengan bab ke-10 kehidupan orang lain,” tukasnya.

Selain resilience, Monica membagikan empat nilai yang dinilainya penting bagi mahasiswa, yakni self-awareness, self-control, resilience, dan vision. Keempatnya dinilai menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk membangun kapasitas, karakter, kepemimpinan, jejaring, dan arah masa depan.

Bahkan Monica juga mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan bukan hanya untuk mengejar nilai dan ijazah, tetapi aktif dalam organisasi, membangun networking, mengembangkan entrepreneurship, serta berani mencoba berbagai kesempatan.

“Jangan terlalu sibuk mengejar jabatan. Kejar kapasitas. Karena ketika kapasitas kalian bertumbuh, kesempatan akan menemukan kalian,” tegasnya.

Sebagai alumni yang pernah aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan dipercaya menjadi Ketua Panitia (PK2MB FEB) UNSRAT 2019, Monica, mengatakan bahwa pengalaman di kampus menjadi bagian penting dalam membentuk kapasitas dan karakter dirinya. Dan kini, setelah melalui perjalanan pendidikan hingga jenjang magister, pengalaman kewirausahaan dan profesional, Monica kembali ke almamater untuk membagikan pengalaman tersebut kepada generasi mahasiswa baru.
“Saya berharap mahasiswa (FEB UNSRAT) dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, keberanian, visi, dan kepedulian untuk memberikan dampak. Sebab dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar.Tapi dunia membutuhkan orang pintar yang berintegritas. Dunia tidak hanya membutuhkan orang sukses. Dunia membutuhkan orang sukses yang memberikan dampak,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan (FEB-UNSRAT) Dr. Victor P. K. Lengkong, S.E., M.Si.; Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerja Sama Lawren Julio Rumokoy, S.E., M.M., Ph.D.; Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Dr. Maryam Mangantar, S.E., M.Si.; serta Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Willem Johan Fredrik Alfa Tumbuan, S.E., M.Sc., Ph.D., bersama jajaran dosen, panitia PKKMB, dan mahasiswa baru FEB UNSRAT.

Menutup sesi, Monica mengajak mahasiswa untuk tidak takut menjadi pemula, berani bermimpi, dan terus bertumbuh melalui setiap proses.

“Your beginning does not define your destination. Terus belajar, terus bertumbuh, dan jadilah generasi yang menciptakan dampak.”pungkas Srikandi yang dikenal vokal dan solutif di (DPRD) Kota Manado ini

(Rogam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *