Mitra  

Rumah Warga di Ratatotok Terbakar, Mendesak Adakan Armada Damkar 

Ist

NPM, Mitra – Peristiwa kebakaran hebat kembali melanda permukiman warga di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Satu unit rumah semi permanen milik warga bernama Jemmy Pongoliu ludes terbakar, Selasa (6//01/2026) pagi.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa bermula sekitar pukul 09.55 WITA. Menurut keterangan pemilik rumah, Jemmy Pongoliu, api pertama kali muncul dari bagian dapur.

Saat itu, Jemmy sedang melakukan aktivitas skrap kayu untuk keperluan pembangunan di bagian depan rumah.

Diduga, percikan api dari aktivitas tersebut menyambar material mudah terbakar di area dapur.

Hanya dalam waktu lima menit, tepatnya pukul 10.00 WITA, asap tebal mulai membumbung tinggi.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berhamburan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya.

Namun, karena sebagian besar bangunan rumah terbuat dari kayu, api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Pada pukul 10.15 WITA, api telah menghanguskan hampir seluruh bagian rumah sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba.

Mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Minahasa Tenggara baru tiba di lokasi pada pukul 10.50 WITA.

Personel pemadam langsung bergerak cepat melakukan lokalisasi api.

Setelah bekerja keras selama kurang lebih 20 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 11.10 WITA.

Akibat kejadian ini, satu unit rumah semi permanen rata dengan tanah. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

Soroti Keterlambatan Respons
Tragedi ini kembali memicu kritik keras terkait sistem penanganan kebakaran di wilayah Ratatotok.

Jarak tempuh menjadi kendala utama dalam meminimalisir dampak kebakaran.

“Keterlambatan respons pemadaman kerap terjadi karena tidak adanya armada yang siaga di wilayah kami,” ujar warga setempat.

Saat ini, tiga unit armada pemadam kebakaran Kabupaten Minahasa Tenggara seluruhnya berpangkalan di Ratahan.

Jarak antara Ratahan dan Ratatotok yang mencapai 33,6 kilometer dengan medan jalan yang berkelok membuat waktu tanggap (response time) menjadi sangat lambat.

Desakan Kebutuhan Armada di Ratatotok
Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah.

Masyarakat menilai penempatan armada pemadam kebakaran yang siaga langsung di wilayah Ratatotok merupakan kebutuhan mendesak.

Kehadiran armada di tingkat kecamatan diharapkan dapat menjamin hak dasar warga atas keselamatan.

Armada Damkar dapat memberikan rasa aman dari ancaman bencana kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (vdn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *