Louis Schramm Bongkar Alasan Kenapa Tak Ada Lagi Insentif Bagi Tokoh Agama

RDP Lintas Komisi di DPRD Sulawesi Utara. Tampak Luis Schramm dan Michaela Paruntu saat berdialog dengan warga. Foto Rudi Loho

NPM, MANADO – DPRD Sulawesi Utara melakukan rapat dengar pendapat dengan Gerakan Masyarakat Sulut Sejahtera (Gemass), Selasa (10/3) di gedung DPRD Sulut.

Rapat lintas Komisi yang digelar di ruang serbaguna DPRD Sulawesi Utara.

Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan itu. Salah satunya mengenai insentif bagi tokoh agama.

Perwakilan GEMASS yang hadir dan menyuarakan aspirasi ke anggota DPRD Sulawesi Utara.
Perwakilan GEMASS yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat menyuarakan sejumlah aspirasi. Mulai dari persoalan infrastruktur, sosial, budaya dan kemasyarakatan, kesehatan dan perangkat pemerintah, hingga permintaan agar DPRD bisa mengakomodir semua kepentingan rakyat.

Anggota DPRD Sulawesi Utara Louis Schramm mengatakan, soal insentif bagi tokoh agama pernah dilakukan oleh tiga pemerintah daerah yaitu Manado, Minahasa Utara dan Minahasa Tenggara.

Anggota DPRD Sulawesi Utara Louis Schramm dan Wakil Ketua Michaela Paruntu saat menjawab semua pertanyaan yang disampaikan organisasi GEMASS.

Namun untuk melaksanakan program ini harus disesuaikan dengan anggaran daerah.

Wakil Ketua Michaela Paruntu, anggota Rhesa Waworuntu dan Ruslan Gani saat berdialog dengan masyarakat.
Sebagai anggota DPRD memiliki tiga fungsi utama. Salah satunya mengenai pengawasan. Anggota DPRD memastikan semua aspirasi yang sudah disampaikan akan ditindaklanjuti.
Sebagai anggota DPRD memiliki tiga fungsi utama. Salah satunya mengenai fungsi pengawasan. Anggota DPRD Sulut memastikan semua aspirasi yang sudah disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti.

“Program ini pernah dilaksanakan tiga daerah. Namun untuk dilaksanakan harus berdasarkan kekuatan fiskal daerah,” kata Luis. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *