NPM, KOTAMOBAGU – Bank SulutGo (BSG) dan Bank Central Asia (BCA) bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan).
Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren PKPPS Tahfidz Alquran Markaz Tidzkar, Kota Kotamobagu, Kamis (5/3/2026).
Acara yang dimulai setelah bakda shalat Dzuhur ini menyasar para santri dan tenaga pendidik.
Hal ini guna memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan serta pengenalan produk perbankan yang aman dan diawasi oleh negara.
Mewakili Pemerintah Kota Kotamobagu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kusnadi Pobela SE MPd, hadir dan memberikan sambutan hangat.
Beliau menekankan bahwa literasi keuangan adalah kecakapan hidup yang krusial di era digital.
“Kami sangat mengapresiasi langkah BSG, BCA, dan OJK yang masuk ke lingkungan pesantren,” ucap Kusnadi dalam arahannya.
“Ilmu mengelola keuangan sama pentingnya dengan ilmu akademik lainnya agar para santri tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal di masa depan,” ucapnya lagi.
Puncak acara diisi dengan penyampaian materi oleh Ibu Megawati selaku perwakilan dari OJK SulutGo.
Dalam paparannya, beliau menjelaskan peran OJK dalam melindungi konsumen.
Serta memberikan tips praktis bagi para santri dalam menyisihkan uang saku untuk ditabung.
Materi yang dibawakan mencakup:
– Waspada Investasi Bodong: Mengenali ciri-ciri penipuan yang marak di media sosial.
– Budaya Menabung: Memperkenalkan produk tabungan simpel bagi pelajar/santri.
– Pengelolaan Keuangan Digital: Cara aman bertransaksi menggunakan layanan perbankan.
Kehadiran BSG dan BCA dalam satu panggung menunjukkan komitmen sektor perbankan untuk mendukung inklusi keuangan secara inklusif.
Melalui program GENCARKAN, diharapkan para santri Markaz Tidzkar tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an yang mumpuni, tetapi juga menjadi generasi yang cerdas secara finansial. (fer)













