NPM, MANADO – Ribuan karyawan dan pekerja tenant di itCenter Manado melakukan aksi demo di halaman itCenter,
Selasa 2 Juni 2026.
Ribuan karyawan itu menolak penutupan itCenter.
Mereka menganggap, penutupan itu merupakan bentuk kriminalisasi terhadap pusat techno dan lifestyle tersebut.
Selain itu, penutupan itu akan berdampak terhadap nasib ribuan karyawan yang bekerja di gedung tersebut.
“Kami menduga ada oknum yang sengaja bermain di belakang kasus itu. Apalagi penetapan tersangka sangat janggal dan terkesan dipaksakan. Apakah bapak dan ibu hakim akan memberi makan pada kamu jika itCenter ditutup?,” kata salah satu karyawan.
Managemen itCenter Andre Rumatora mengatakan, pencemaran lingkungan yang dituduhkan pada itCenter sangat janggal.
“Karena gedung itu tidak memproduksi limbah B3,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, metode pengambilan sampel limbah janggal karena hanya menggunakan botol air mineral dan bukan diambil secara langsung dari saluran pembuangan milik itCenter Manado.
Pihak pengelola ITCenter Gladys Kindangen memastikan, pihaknya telah mengelola limbah secara bertanggung jawab sesuai standar lingkungan.
“Kami menduga pencemaran yang dilaporkan mungkin berasal dari aktivitas lain. Selain itu yang paling aneh adalah pelapornya yang selama sidang tak pernah hadir,” ungkapnya.
Pelapor kasus dugaan pencemaran lingkungan yang menyeret itCenter Manado diketahui bernama Karimudin.
Laporan tersebut menjadi awal proses hukum yang kemudian berlanjut hingga proses pra peradilan. (rud)













