Jaringan SaTal Mandek, Desak Perbaikan Dipercepat

NPM, SANGIHE – Puluhan ribu warga pengguna layanan telekomunikasi dan internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud (SaTal) masih diperhadapkan dengan pergumulan berat.

Pasalnya, kerinduan mereka menikmati layanan komunikasi secara lancar belum menjadi kenyataan.

Buktinya sampai saat ini, aksi kontak via ponsel mereka terganggu.

“Jaringan signal handphone nyanda bagus. Mo ba telepon sampe ba kontak lewat WhatsApp pe stengah mati mobra sambung,” ungkap Hendrik dan Edward, warga Kota Tahuna dan Melonguane, kemarin.

Menurut keduanya, masalah yang sudah berlangsung sejak pekan lalu hingga saat ini sangat mengganggu aktivitas kerja dan akses kontak via pengguna jaringan telekomunikasi tersebut.

Terkait masalah ini mereka mendesak pihak penyedia layanan komunikasi secara cepat mengatasi masalah ini.

Bahkan meminta Pemkab dan DPRD di dua Kabupaten Kepulauan tersebut, turun tangan secara langsung mengatasi persoalan krusial ini.

Sebab kalau dibiarkan lama berlangsung, akan menggangu kinerja dan pelayanan publik serta memicu masalah bagi sesama pengguna jaringan telekomunikasi tersebut.

“Jika ada jaringan rusak, secepatnya itu diperbaiki. Supaya jaringan komunikasi kembali jalan normal,” tandas keduanya.

Menyikapi masalah dan keluhan warga ini, Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Sangihe Ronald Lumia mengatakan belum optimalnya layanan komunikasi ini sementara ditangani Pemkab Sangihe dan pihak terkait lainya.

“Pemulihan jaringan kabel laut Palapa Ring segmen Tahuna–Melonguane sementara dilakukan.

Dalam waktu dekat sudah selesai, sehingga jaringan jalan optimal,” ujar Lumiu, kemarin.

Menurutnya, target normalisasi yang awalnya diperkirakan selesai pada 2 Juni 2026, harus bergeser menjadi 6 Juni 2026 akibat kendala cuaca ekstrem yang terjadi di perairan laut Sangihe.

Tapi yang pasti proses pemeliharaan jaringan komunikasi ini telah memasuki tahapan akhir.

Sebab tim teknis sudah berhasil menyelesaikan penyambungan awal kabel atau initial joint.

Dikatakanya, berdasarkan laporan terbaru diterima per Rabu (3/6/2026), pekerjaan pemeliharaan kabel jaringan ini menunjukkan progres signifikan.

Buktinya, tim teknis telah menemukan dan mengangkat kabel laut dari sisi Tahuna ke atas kapal pada Selasa (2/6/2026). Hal itu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan pengujian teknis.

Pengujian yang menggunakan metode Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) dari kapal menuju Tahuna maupun sebaliknya, menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Hasilnya tidak ditemukan gangguan pada serat optik. Sehingga proses pekerjaan kini dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni melakukan penyambungan awal kabel.

Hasilnya, pada pukul 04.08 Wita, Rabu dini hari, initial joint berhasil diselesaikan.
Beberapa jam kemudian, tepat pukul 05.27 Wita, closure atau pelindung sambungan kabel dilaporkan telah berhasil dilakukan dengan menyentuh dasar laut.

“Saat ini tim teknis masih melanjutkan sejumlah pekerjaan penting lainnya, mulai dari pemasangan jumper cable, pengambilan buoy atau pelampung penanda pada sisi Melonguane, hingga pelaksanaan penyambungan akhir (final joint) dalam rangkaian pemeliharaan kabel laut tersebut,” katanya.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana kerja, maka normalisasi layanan telekomunikasi yang selama ini dinantikan masyarakat akan segera terwujud.

“Jadi kami memohon warga tetap bersabar dan menunjang perbaikan jaringan yang dilakukan saat ini. Sebab proses pengerjaannya dilakukan ditengah laut yang tak bersahabat,” pintanya.(jeg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *