Dua Warga dan Satu Unit Excavator Tertimbun Longsor, Patahan Dampingan Tambang Emas PT BDL Diduga Jadi Penyebab

NPM, BOLMONG – Dua warga asal Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bolmong dikabarkan hilang tertimbun longsor di sekitar perusahaan tambang emas PT Bulawan Daya Lestari (BDL), tepatnya di perkebunan Monsi Bolingongot, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Kamis 25 Juni 2026, sekitar pukul 20.30 WITA.

Dua warga yang dikabarkan hilang tertimbun dan belum ditemukan hingga hari ini, Jumat 26 Juni 2026 adalah lelaki AA alias Alip, warga asal Gorontalo dan BM alias Baim warga Desa Wineru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolmong.

Informasi yang diperoleh poskomanado.id di lokasi kejadian, peristiwa longsor tersebut terjadi saat warga yang berjumlah sekitar 8 orang sedang beristirahat di sebuah Daseng atau Barak milik Oro alias papa Mito, yang merupakan Warga Desa Mopait.

Saat mereka sedang beristirahat malam, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras. Suara tersebut seketika disusul oleh terjangan lumpur, material bebatuan, dan kayu yang meluncur deras dari arah area PT BDL.

Aliran material longsor tersebut kemudian langsung menerjang daseng milik Papa Mito dan menyeret satu unit ekskavator kobelco berwarna hijau toska dan lima unit sepeda motor yang sedang dalam posisi terparkir.

“Satu unit alat berat dan 5 unit motor warga ikut tertimbun longsoran. Perkiraan jatuh di jurang berkedalaman 500 meter,” kata seorang warga di lokasi kejadian.

Sumber resmi mengungkapkan, ​kegagalan struktur seperti pembuangan material overburden atau OB dari pihak perusahaan pun diduga jadi penyebabnya, dikarenakan danya patahan dampingan OB.

“Material longsor berasal dari arah PT BDL. Kami heran kejadian longsor ini terjadi disaat musim panas. Waktu musim hujan yang lalu tidak ada kejadian apa-apa,” keluhannya.

Menurutnya, dari delapan orang yang berada di dalam daseng yang merupakan tempat peristirahatan, enam orang berhasil menyelamatkan diri sedangkan dua orang belum ditemukan.

“Yang belum ditemukan sampai saat ini Alip dan Baim. Yang ditemukan baru senter kepala dan sebuah tas dukung kemungkinan milik Alip,” ujarnya.

Korban bernama Baim adalah seorang penambang yang bekerja di Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) mengunakan dua unit Excavator, di Perkebunan Osing-osing yang berbatasan dengan Bolingongot.

“Korban Baim ini hanya singgah beristirahat di Daseng, karena dia bersama temannya datang naik excavator untuk mengambil amprakan atau bahan-bahan kebutuhan yang akan dibawah ke Lokasi mereka. Sampai saat ini Baim belum ditemukan,” tambahnya.

Hal tersebut langsung ditanggapi oleh HRD PT BDL, Ronal Saweho. Menurutnya, kejadiannya terjadi diluar wilayah IUP perusahaan.

“Longsoran terjadi dilokasi diluar IUP, di lokasi tersebut juga terdapat kegaiatan aktivitas Peti tanpa ijin menggunakan alat berat, saat ini Polres Kotamobagu sedang mendalami peristiwa tersebut,” kata Ronal kepada media ini.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih terus dilakukan pihak keluarga bersama masyarakat setempat, yang dibantu oleh Aparat Kepolisian Polres Kotamobagu dan pihak TNI. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *