Sulut  

Brigade Permesta Sulut Usul 5 Langkah Tangani Krisis Air Bersih dan Karhutla

Pengurus DPD Sulut dan DPC Manado Brigade Permesta pose bersama usai penggodokan struktur pengurus. (Ist)

NPM, Manado – Ketua DPD Brigade Permesta Sulawesi Utara, Happy Umboh menyampaikan keprihatinan mendalam atas musim kemarau ekstrem berkepanjangan di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado.

Krisis yang terjadi meliputi krisis air bersih, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta kerentanan kebakaran pemukiman.

“Menyikapi situasi darurat ini, kami memandang perlunya langkah-langkah konkret, cepat, dan terukur dari pihak pemerintah,” ujar Happy yang diiyakan Ketua DPC Brigade Permesta Manado, Maxi Malonda.

Brigade Permesta DPD Sulut bersama DPC Manado sepakat menyampaikan 5 usulan kebijakan materi penanganan krisis kepada Pemerintah:

1. Mobilisasi Massal Tangki Air Bersih

2. Optimalisasi BTT: Mengoptimalkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menyalurkan air bersih gratis secara merata ke wilayah kritis lewat kolaborasi PDAM Wanua Wenang, PMI, dan TNI/Polri.

3. Penempatan Tandon Air Komunal: Menyediakan drop box tandon air berkapasitas besar di tiap Kelurahan terdampak guna meminimalkan konflik sosial antarwarga.

4. Posko Siaga dan Pengawasan: Mengaktifkan posko siaga dan pengawasan ketat larangan pembakaran sampah atau lahan di tingkat kelurahan/desa selama masa kering.

5. Audit Lingkungan dan Sanksi: Melakukan audit lingkungan dan menerapkan sanksi pencabutan izin bagi korporasi atau pemilik lahan yang memicu kebakaran hutan lahan.

“Kami berharap materi usulan ini dapat diakomodasi ke dalam kebijakan strategis daerah demi keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan hidup di Bumi Nyiur Melambai,” harap Happy dan Maxi.

Di akhir penyampaian, Brigade Permesta mengucapkan terima kasih atas perhatian, kerja nyata, dan keberpihakan Gubernur dan Wali Kota terhadap keselamatan rakyat dan lingkungan. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *