NPM,MANADO- Nama Wakil Walikota dr Richard Henry Marten Sualang, dikancah politik Sulawesi Utara bahkan menasional sudah tak perlu diragukan lagi.
Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Manado menjadi trend setter diajang Pemilihan Kepala Daerah tahun 2029-2034.
Lelaki kelahiran Manado, 20 Juni 1973 ini dinilai sangat layak dan pantas mengantikan serta meneruskan gaya serta tipikal kepemimpinan Walikota Andrei Angouw yang berakhir pada Tahun 2029.
Meskipun, ajang Pemilihan Walikota Manado (Pilwako) masih terbilang jauh, namun Dimata masyarakat yang ada di Kota Manado gaya kepemimpinan dr Richard Sualang sudah sangatlah matang.
Pun berbekal, sederet prestasi mentereng baik dibidang politik dan Pemerintahan, suami tercinta dr Merry Mawardi ini elektabilitasnya terus melejit bak kuda pacu, sehingga mendapatkan tempat dihati masyarakat Kota Manado.
Berbekal pengalaman sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC-PDI-P) Kota Manado, lelaki yang menamatkan studinya di (SD) Laboratorium (IKIP) Manado (1979-1985), (SMP) Laboratorium (IKIP) Manado (1985-1988), SMA Kristen (YPKM) Manado (1988-1991) serta Fakultas Kedokteran di Universitas Samratulangi Manado, pada tahun (1992-2008) terbilang sangat pantas untuk maju sebagai Walikota dengan menahkodai kendaraan berlambang moncong putih tersebut.
Bukan hanya itu saja, berbekal pengalaman dan jabatan sebagai
Anggota Dewan Kota Manado Periode 2009-2014 (Ketua Komisi D di (DPRD) Kota Manado, Anggota Dewan Kota Manado Periode 2014-2019 dengan jabatan sebagai Wakil Ketua (DPRD) Kota Manado serta pernah menduduki posisi sebagai Anggota Dewan Provinsi Sulawesi Utara Periode 2019-2024 hingga Wakil Walikota Manado Periode 2021-2024 dan 2024-2029, lelaki familiar ini sangat pantas dijagokan sebagai Walikota Manado pada tahun 2029-2035.
Tak hanya itu saja berbagai pengalaman organisasi mampu ia sabet seperti, Ketua
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) tahun 2009-2017, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Manado tahun 2010-2026), Ketua Perbasi Kota Manado tahun 2017-2026 serta terakhir menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Manado sudah ia guluti.
Lantas siapa yang layak mendampingi sang pria yang berprofesi sebagai dokter ini untuk maju sebagai Walikota Manado ?
Tak tanggung tanggung, ada sederet nama wanita cantiq yang bisa mendampingi sang maestro politik ini. Sebut saja, Mona Kloer SH,MH yang saat ini menjabat sebagai Bendahara (DPD) Partai Gerindra Sulut serta Wakil Ketua (DPRD) Kota Manado dan Monica Tambajong SE,MBA yang saat ini sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta Anggota (DPRD) Kota Manado.
Nama kedua srikandi jaman Now yang dinilai sukses membawah perubahan bagi kesejahteraan masyarakat serta kendaraan partai politik yang mereka kendarai, dinilai warga sangat pantas mendampingi dr Richard Sualang.
Nama Mona Kloer SH,MH sendiri merupakan anggota (DPRD) Kota Manado yang sudah tiga periode terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tuminting, Bunaken Darat serta Bunaken Kepulauan.
Bahkan dirinya, tercatat sebagai kader Partai Gerindra sejak awal terjun di dunia politik. Bukan hanya itu saja,
pada tahun 2018 lalu, Mona Kloer SH,MH pernah diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Ketua Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Sulawesi Utara, organisasi sayap milik Partai Gerindra. Dan momen ini sangat spesial, karena pelantikan dilakukan sebelum Pemilihan Legislatif berlangsung.
Tak ayal, karir politik wanita kelahiran Kotamobagu, pada 19 Mei 1991 ini cukup cemerlang. Dimana pada tahun 2014 di periode yang pertama terpilih sebagai Anggota (DPRD) Kota Manado, dirinya tercatat sebagai legislator termuda kemudian bergabung di Komisi I bidang hukum.
Meskipun masih terbilang muda, Magister Hukum yang kini tengah menempuh pendidikan doktoral hukum ini, terkenal vokal pada saat memimpin sidang paripurna DPRD, terutama jika berhubungan erat dengan kondisi di Wilayah Manado Utara.
Bahkan wanita berparas cantik ini yang bersuamikan seorang dokter militer sering bersuara lantang saat rapat paripurna dan di periode kedua ini, Mona Kloer SH,MH masuk ke Komisi III Bidang Pembangunan.
Bagaimana dengan kapasitas Monica Tambajong SE,MBA, yang dinilai juga sangat pantas mendampingi calon Walikota dr Richard Sualang ?
Wanita milenial yang saat ini memegang posisi strategis sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Manado itu tergolong masuk dalam bursa pencalonan sebagai Wakil Walikota Manado ditahun 2029-2035.
Wanita yang dikenal memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kepentingan masyarakat ini terlihat selalu hadir saat masyarakat membutuhkan uluran tangan para wakil rakyat disaat masyarakat ditimpa bencana.
Anggota (DPRD) Kota Manado sekaligus Ketua (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Manado, Monica Tambajong SE MBA, telah menjadi trend setter bagi anak anak jaman Now atau yang lebih dikenal dengan sebutan generasi milenial dan generasi Z .
Alhasil, dengan segudang kemampuan serta sarat pengalaman yang dimiliki oleh Mona Kloer SH,MH dan Moenica Tambajong SE, MBA, siapakah diantara kedua figur wanita hebat ini yang layak mendampingi dr Richard Sualang ?
Sontak terdengar dari hembusan nafas sejumlah kader serta petinggi elite partai berlambang moncong putih ini, yang harus dilakukan oleh seorang dr Richard Sualang pada pilwako 2029-2035 adalah, kapasitasnya harus lebih merakyat lagi dengan melihat langsung kebutuhan serta kepentingan masyarakat.
Bukan hanya itu saja, yang paling terutama kata mereka, dr Richard Sualang harus memiliki serta mengantongi Cost politik yang besar tatkala dia mau maju bertarung sebagai Walikota Manado seperti yang dimiliki oleh bosnya Andrei Angouw.
“Wakil Walikota dr Richard Sualang yang saat ini menjabat sebagai Ketua KONI Manado, sangat layak untuk maju dan mengantikan Andrei Angouw sebagai Walikota Manado yang sudah dua periode ,” ungkap Bryan dan Ryo dua kader PDI-P.
Bukan hanya itu saja, menurut mereka elektabilitas belum bisa menentukan seseorang untuk meraih apa yang ia harapkan sebab yang jadi penentu adalah kemampuan finansial yang ia miliki.
“Mo ba calon Walikota di Kota Manado bukan hanya mo tunjung elektabilitas tapi yang warga suka adalah “Royalitas dan Isi Tas”, kong paling kurang Calon Walikota dan Wakil Walikota so musti ada fresh money Rp 50 Miliar.” beber mereka.
Fenomena kekuatan finansial inilah yang menjadi momok menakutkan di ajang Pilkada 2029 nanti. Apalagi ajang Pilwako di Kota Manado sarat dengan kepentingan serta kekuasaan.
Semoga, Walikota Manado kedepan nanti yang akan mengantikan sang “Maestro Infrastruktur” Andrei Angouw, adalah mereka yang memiliki moral bagus, peduli masyarakat kecil, doyan membangun infrastruktur lebih hebat dari Walikota Andrei Angouw serta selalu mengandalkan TUHAN diatas segala-galanya.
(Ronald Gampu/Rogam)













