Diangkat Sebagai Alumni Kehormatan IPDN, Gubernur Yulius: Tanggung Jawab dan Amanah

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penganugerahan tanda kehormatan Kartika Pamong Praja Madya dan diangkat sebagai Alumni Kehormatan IPDN di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus Jatinangor, Senin (12/10/2026). (Foto: istimewa)

NPM, Jatinangor – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, S.E menerima penganugerahan tanda kehormatan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus diangkat sebagai Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan di Lapangan Parade Abdi Praja, IPDN Kampus Jatinangor, Senin (12/10/2026).

Gubernur menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si, serta civitas akademika dan jajaran pejabat.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah sekadar simbol kehormatan pribadi, melainkan sebuah panggilan tanggung jawab dan amanah moral untuk terus mendedikasikan diri bagi kemajuan bangsa dan negara.

Dalam arahannya, Gubernur mengingatkan kembali peran strategis Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai kawah candradimuka pencetak pamong praja yang tangguh, berintegritas, dan profesional.

Ia menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional sangat bergantung pada kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana lebih dari 80 persen roda birokrasi digerakkan oleh dedikasi para ASN.

Menghadapi era modern yang bergerak cepat di tengah megatren global, disrupsi teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan Big Data, Gubernur berpesan agar para calon pamong praja tidak terjebak dalam cara-cara kerja yang konvensional.

“Sebuah kapal dibangun bukan sekadar untuk bersandar dengan aman di dermaga. Kapal diciptakan untuk mengarungi samudra luas dan menahan ganasnya terpaan ombak dan gelombang hingga akhirnya sampai di pelabuhan tujuan,” pesan Gubernur mengibaratkan tantangan yang harus dihadapi para Praja.

Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, Gubernur memaparkan empat pilar karakter kepemimpinan utama yang harus dimiliki oleh setiap praja dan lulusan IPDN:

1. Disiplin dan Integritas: Menjadi benteng pertahanan tertinggi, setia pada aturan, serta memegang teguh kejujuran nurani.

2. Memahami dan Mengembangkan Potensi Diri: Memanfaatkan masa pendidikan sebaik-baiknya untuk mengasah kompetensi agar tidak tertinggal oleh zaman.

3. Kreativitas dan Inovasi: Berani berpikir di luar kebiasaan (out of the box), membaca peluang, dan proaktif menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

4. Sinergi dan Jiwa Mengayomi: Mampu berkolaborasi secara luas dengan elemen masyarakat, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya dengan tetap mengedepankan ketegasan prinsip dan kehangatan dalam melayani rakyat.

Menutup sambutannya, Gubernur memberikan suntikan semangat kepada seluruh Praja IPDN untuk menjalani rangkaian pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan (JarLatSuh) dengan penuh keyakinan.

“Jangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan! Kibarkan panji-panji Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti di mana pun kalian bertugas kelak,” pungkasnya. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *