NPM, Manado – Sebanyak 480 siswa kelas XII SMK Negeri 1 Manado mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebagai bagian dari proses akhir pembelajaran untuk mengukur kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Kegiatan ini berlangsung tertib dan mengacu pada standar dunia industri.
UKK tersebut dinilai menjadi instrumen penting dalam memastikan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara, Dr Femmy J Suluh MSi,L mengapresiasi kesiapan SMKN 1 Manado dalam melaksanakan UKK yang dinilai telah mencerminkan praktik kerja di industri.
Sekolah telah mempersiapkan siswa secara matang, baik dari segi keterampilan, sikap kerja, maupun kesiapan mental.
“Sarana dan prasarana yang digunakan juga mendukung standar industri, sehingga pelaksanaan UKK benar-benar mencerminkan dunia kerja yang sesungguhnya,” ujar Femmy, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, UKK menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur kualitas pendidikan vokasi sekaligus memastikan lulusan SMK memiliki daya saing di dunia kerja.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara Vecky Pangkerego SPd MPd menyebut UKK sebagai tolok ukur kompetensi siswa yang bersifat strategis dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi di daerah.
“Melalui UKK, kita dapat memastikan bahwa lulusan benar-benar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama antara sekolah dan dunia industri agar lulusan SMK semakin siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Kepala SMK Negeri 1 Manado, Telly O A Ticoalu SPd MPd menjelaskan bahwa UKK tahun ini diikuti 480 siswa dari enam program keahlian.
Adalah Manajemen Perkantoran, Akuntansi, Manajemen Bisnis Retail, Usaha Layanan Wisata, Teknik Komputer dan Jaringan serta Perhotelan.
Menurutnya, pelaksanaan UKK melibatkan penguji internal dari guru keahlian serta penguji eksternal dari dunia usaha dan dunia industri, sehingga hasil penilaian lebih objektif dan komprehensif.
“Seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal, termasuk perangkat dan bahan praktik untuk mendukung kelancaran ujian,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam UKK siswa diuji melalui simulasi kerja nyata sesuai bidang keahlian masing-masing.
Hasil UKK tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga menjadi gambaran nyata kompetensi siswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Pelaksanaan UKK di SMKN 1 Manado diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Sulawesi Utara serta menghasilkan lulusan yang kompeten, unggul, dan siap bersaing di dunia kerja. (dio)













