dr Richard Sualang dan Mor Dominus Bastiaan, Diusung Warga Maju di Ajang Konstelasi Pilwako Manado

 

dr Richard Atau Mor STh,

Nukilan : Ronald Gampu

# Elektabilitas serta nama besar dua tokoh politisi handal yang lahir di Sulawesi Utara, tepatnya di Kota Manado Mor Dominus Bastian (MDB) dan dr Richard Sualang (RS), sudah tak perlu diragukan lagi kualitas, kapabilitas serta loyalitas duo tokoh politik sentral ini terhadap partai dan bos mereka.
Meskipun ajang Pemilihan Walikota Manado (Pilwako) masih tersisa tiga tahun tepatnya jatuh pada tahun 2029, nama dua tokoh politik ini kian hari kian menyatuh bahkan diminati sesuai kultur  masyarakat yang ada di Kota Manado
Pun kian santer terdengar ditelinga masyarakat sampai kearus bawah bahwa dr Richard Henry Marthen Sualang , pria kelahiran 20 Juni 1973 adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Manado, akan di calonkan menjadi Walikota Manado 2029-2035.
Pria low profile ini nantinya akan jadi momok menakutkan bagi para calon Walikota lain yang ada di Kota Manado.
Sejak dilantik sebagai Wakil Walikota Manado pada medio 20 Mei 2021, lelaki familiar ini telah menjelma menjadi seorang pemimpin sejati tatkala mendampingi Walikota Manado pada tahun 2020 Andrei Angouw.
Bukan apa- apa, melekat sebagai Ketua (DPC-PDI-P) Kota Manado ini , sepak terjangnya kian kuat bahkan mengakar ditengah -tengah masyarakat yang serba heterogen di Kota Manado.
Sejak terpilih dan menjadi anggota (DPRD) Kota Manado Periode 2009-2014, dr Richard H Sualang, dinilai oleh masyarakat masih menjadi pribadi yang dikenal santun, dingin namun memiliki komitment tinggi dalam menjalin persahabatan dengan masyarakat tanpa ada sekat- sekat yang membatasi sepak terjang politisi PDI Perjuangan ini.
Fenomena inilah yang membuat masyarakat di Kota Manado terutama di Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang,  sangat setia mendukung dr Richard Sualang sehingga terpilih 2 periode menjadi legislator di (DPRD) Kota Manado dengan Daerah Pemilihan Sario- Malalayang.
” dr Richard sangat baik dengan masyarakat dan suka bertegur sapa . Apalagi ia politisi yang benar benar berjuang untuk kepentingan masyarakat,” koar Jeffry dan Steven dua warga Sario.

Suami tercinta dr Merry Mawardi inipun mengawali perjalanan politiknya setelah terpilih menjadi Anggota (DPRD) Kota Manado periode 2009-2014. Bahkan ia berhasil unggul jauh dari para pesaingnya di Daerah Pemilihan (Dapil) Sario- Malalayang.
Pada saat dilantik pada bulan Agustus Tahun 2009, Lelaki familiar ini lebih memilih duduk di Komisi D yang membidangi Kesejahteraan, Sosial, Pendidikan dan Kesehatan.
Ini patut ia lakukan karena dia memiliki basic sebagai seorang dokter, yang tentunya sangat bersentuhan langsung dengan kebutuhan serta kepentingan kesehatan masyarakat.
Lantas siapa figur yang pantas dan layak mendampingi dr Richard Sualang dipentas Pilwako 2029 ???
Berhembus kencang, Mor Dominus Bastiaan (MDB) sangat layak untuk mendampingi dr Richard Sualang (RS).
Apa pasal ? itu dikarenakan kedua politisi ini sama sama memiliki basic sebagai Wakil Walikota di Kota Manado yang dikategorikan sangat loyalitas terhadap partai dan atasan alias bos besar mereka.
Memang harus kita cermati bahwa setiap Partai Politik (Parpol) sesuai dengan Dasar Hukum utama memperbolehkan, partai politik (Parpol) atau gabungan parpol mencalonkan kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) di Indonesia mengacuh pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 1 Tahun 2014 (Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2014) kemudian disesuaikan dengan Putusan MK No. 60/PUU-XXII/2024 , tapi dr Richard Sualang (RS) dan Mor Dominus Bastian (MDB) sangat layak untuk berdampingan dalam konstelasi Pilwako 2029-2035 di Kota Manado. Apalagi keduanya merupakan politisi handal yang sama sama memegang partai besar di Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Utara.
Nama Mor Dominus Bastiaan (MDB) jangan dianggap sebelah mata.
Politisi Partai Demokrat (PD) ini, rekam jejaknya sangatlah fundamentalis.
Pria yang dikenal bernama lengkap Mor Dominus Bastiaan (MDB) yang saat ini berusia 53 tahun adalah putra dari pasangan Ko Leng dan Ci Annie Karibato.
Lelaki yang memiliki istri tercinta Imelda Markus atau dilebih dikenal Ci Mei, putri dari pemilik toko kain Cemerlang, Mor mampu meraih kesuksesan sebagai pengusaha kakap , diving resort dan pengumpul hasil bumi mengikuti jejak ayahnya yang dikenal pengusaha besar di Provinsi Sulawesi Utara bahkan menasional.
Pria yang bergelar sarjana Theologia dan berdarah Sangihe dan Tionghoa ini merupakan cucu dari Alm Kho Boen Pae dan Ch Bastiaan (Ida Bastiaan) serta Almarhun Oscar Karibato dan Alm Stien Pangalila yang merupakan pengusaha besar yang ada di Sulawesi Utara.
Pun jejak karirnya dimulai dari mantan ketua ( DPC) Partai Demokrat (PD) Kota Manado, mantan ketua Perbasi Sulut, mantan ketua panitia perkemahan pemuda GPDI 2013, mantan wakil ketua DPRD Manado periode 2009- 2014, mantan ketua (DPC- AMDI) Manado, mantan Wakil Walikota Manado 2019-2023 dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Sulut, Mor Dominus Bastiaan (MDB), dinilai masyarakat paripurna sebagai calon pemimpin di Provinsi Sulawesi Utara terutama di Kota Manado.
Pun dari rekam jejak kedua politisi ini, dr Richard Sualang (RS) dan Mor Dominus Bastiaan (MDB) sangat layak untuk dipatenkan pada ajang konstelasi Pilwako Manado 2029-2035.
“dr Richard Sualang dan Mor Dominus Bastiaan , sangat paripurna untuk berdampingan di ajang konstelasi Pilwako 2029-2035,” ungkap Stenly, Edwin dan Jones tiga warga Kecamatan Tuminting.
Alhasil, dukungan untuk berdampingan inipun, mendapat perhatian serius dari sejumlah petinggi Partai Politik (Parpol) di Kota Manado yang sangat menginginkan adanya perubahan lebih signifikan bisa terjadi di Kota Manado setelah Walikota Manado Andrei Angouw mengakhiri jabatan keduanya pada tahun 2029.
“Yang satu dokter, yang satu laginya pengusaha kakap dengan latar belakang sama-sama pelayan masyarakat maka secara otomatis paripurna. Tapi pertanyaannya adalah, sapa yang mo suka papan satu dan sapa yang mo suka papan dua ? karena semua partai politik memiliki ego tinggi ,” pungkas sejumlah Anggota Dewan Dari Moncong Putih dan Mercy yang namanya tak mau dipublish.

 

(Ronald Gampu/Rogam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *