Minsel  

Pemkab Minsel Bersama OJK dan Perbankan Edukasi Petani Kelola Keuangan Secara Bijak

Bupati Franky Donny Wongkar, S.H. saat membuka Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). (ist)

NPM, Amurang – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). (ist)

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H. saat membuka Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) bertema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045” di Kantor Bupati Minahasa Selatan, Kamis (30/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati mengajak para petani di Kabupaten Minahasa Selatan untuk semakin bijak dalam mengelola keuangan keluarga maupun usaha tani. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan akan membantu petani memanfaatkan pembiayaan secara produktif, meningkatkan produktivitas usaha, serta terhindar dari berbagai bentuk pinjaman ilegal, investasi bodong, dan kejahatan keuangan digital.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank SulutGo, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., serta seluruh pihak yang telah bersinergi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan sektor perbankan dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurut Bupati, peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dari transformasi ekonomi, terutama bagi para petani. Dengan akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau, disertai pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memperkuat kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Bupati juga menyoroti hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 yang menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 80,51 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan terus meningkat, namun pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan masih perlu diperkuat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berkomitmen terus mempererat sinergi dengan OJK, perbankan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas literasi serta inklusi keuangan hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Operasional PT Bank SulutGo, Louisa Parengkuan, bersama Fitri Tuwaidan, Pimpinan Cabang Bank SulutGo Amurang beserta jajaran; Ahmad Rudy Prasetya dan Nathania Theresia, Asisten Manajer Divisi P.E.P.K. dan L.M.S. OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo beserta jajaran; Arman Handrianel, Pimpinan Cabang Pembantu BRI Amurang; para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, narasumber dari Bank SulutGo dan BRI Amurang, serta para pelaku usaha dan petani Kabupaten Minahasa Selatan. (bds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *