NPM,MANADO- Objek pariwisata yang ada di Provinsi Sulawesi Utara memang sangat menarik.
Salah satu wisata perairan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan ketika berkunjung ke Kota Manado yaitu, Pulau Nain yang dikenal dengan sebutan “Bungin” atau pasir timbul.

Pun pasir timbul ini merupakan suatu keunikan fenomena alam, yaitu munculnya gundukan pasir pantai di tengah-tengah air laut terutama ketika air sedang surut.
Pasir timbul inipun menjadi pilihan destinasi yang paling banyak disukai wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sekira pukul 8.00 wita , rombongan asal Amerika dan Jakarta menuju ke Pulau Siladen .

Saat tiba di Pulau Siladen, para tamu disuguhkan pantai indah dan menarik. Dan sekira satu jam lebih bercengkerama di Pulau Siladen, rombonganpun bertolak ke Pulau Nain yang dikenal dengan pesona Pair Timbul.
Saat tiba dilokasi sekira pukul 13.00 Wita, rombonganpun turun menuju Pasir Timbul sambil mengunakan perahu yang di sewakan oleh para nelayan yang mengais rejeki dilokasi tersebut.

Tanpa embel-embel para turis lokal dan mancanegara asal Korea, Amerika , Jepang dan China tampak berfoto ria diatas pasir timbul bahkan ada yang sesekali menyelam diair yang jernih dengan berlatar belakang pegunungan yang indah.
Sekira sejam lamanya, rombonganpun bertolak menuju Pulau Bunaken yang terkenal dengan keindahan biota laut yang ada di bawah permukaan bumi.
Setiba di Pulau Bunaken tepatnya di Desa Liang, rombongan Amerika dan Jakarta kembali disuguhi berbagai menu seperti pisang goreng, kelapa muda, kopi susu serta berbagai menu menarik lainya. mengingat waktu terus berputar dan air mulai pasang, rombonganpun bertolak menuju area penyelaman.
Sekira belasan rombongan ikut menyelam dan berenang di kawasan pantai Pulau Bunaken untuk menikmati keindahan yang ada di bawah laut sebelum bertolak ke Manado.
Memang harus diakui dengan pemandangan yang luar biasa, pasir putih yang terletak di pulau Nain sangatlah mempesona, serta dikelilingi oleh air laut yang jernih bahkan bagus untuk dijadikan spot untuk berfoto. Walaupun ditengah teriknya matahari dan serasa membakar kulit kami para rombongan namun keindahannya menutupi semua itu. Banyak wisatawan juga memilih untuk berenang disekitar Bungin sebutan pasir timbul .
“Waktu yang dapat ditempuh kurang lebih 1,5 jam dari Pusat Kota Manado. Namun, wisatawan tidak bisa langsung tiba di Bungin tetapi harus naik perahu kecil yang biasa disewakan oleh masyarakat nelayan disini seharga Rp. 20.000.” ucap Pala warga Pulau Bunaken.
Menurutnya, Pasir Timbul ini akan tengelam lagi dan kadang kala pada pukul 02 subuh dia akan muncul lagi sampai pada pagi hari tepatnya pukul 10.00 Wita.
“Semoga dengan pesona alam yang begitu indah, kiranya kita bisa selalu menjaga kelestarian alam nan indah bagi anak cucu kita,” ungkap Roy dan Ronny dua pengunjung Pasir Timbul.
(Rogam)













