Waspada Tawuran Pelajar, Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias Imbau Orang Tua Awasi Anak

Jemmy James Jernias

NPM, MANADO – Menanggapi informasi yang beredar mengenai potensi terjadinya tawuran antar siswa di beberapa sekolah, SMA Negeri 1 Manado mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan surat himbauan resmi.

Surat bernomor 1146/116.20/SMA.1/TU/2026 tersebut ditujukan kepada seluruh orang tua dan wali siswa, dengan fokus utama pada peningkatan kewaspadaan dan pengawasan terhadap aktivitas putra-putri mereka.

Kepala SMA Negeri 1 Manado, Jemmy James Jernias dalam surat yang dikeluarkan pada 30 September 2026 tersebut menegaskan bahwa langkah ini sebagai bentuk pencegahan dini untuk menjaga keamanan dan keselamatan bersama.

“Himbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan dan antisipasi bersama, bukannya untuk menimbulkan kekhawatiran,” tulis Jemmy dalam surat tersebut.

Dalam himbauan itu, pihak sekolah merinci enam poin penting yang harus diperhatikan oleh orang tua.

Pertama, orang tua diminta untuk mengantar dan menjemput putra-putrinya, terutama saat situasi di lingkungan sekitar sekolah belum kondusif.

Kedua, orang tua diharapkan memantau kepulangan anak dan memastikan mereka langsung pulang ke rumah setelah kegiatan sekolah selesai.

Selain itu, sekolah juga mengingatkan agar siswa tidak berkumpul atau nongkrong dalam kelompok di tempat-tempat yang tidak diperlukan, khususnya setelah jam sekolah.

Orang tua juga diminta mengingatkan anak-anak untuk menghindari lokasi atau kelompok yang berpotensi menimbulkan keributan dan tawuran.

Aspek pengawasan digital juga menjadi perhatian utama.

Sekolah meminta orang tua untuk memantau pergaulan serta aktivitas anak, termasuk informasi yang diterima melalui media sosial ataupun grup WhatsApp.

Orang tua dihimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, guna mencegah kepanikan yang tidak perlu.

Poin terakhir menekankan pentingnya menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan almamater SMA Negeri 1 Manado dengan tidak terlibat dalam tindak kekerasan maupun kegiatan yang membahayakan.

Pihak sekolah menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan para siswa merupakan tanggung jawab bersama antara pihak sekolah, orang tua/wali, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan situasi lingkungan pendidikan dapat kembali kondusif.

Demikian juga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan baik dan siswa me rasa aman dan nyaman. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *