Prakarsa Gubernur Yulius Selvanus, Pemprov Sulut Gelar Bimbingan Belajar Gratis bagi 60 Purna Paskibraka

Kepala Dikda Sulut Jahja P Rondonuwu bersama Plh Sekretaris Dikda Sulut Bravo Turangan, dan Kabid PSMA Chemry Rojen Lebe, berfoto bersama 60 purna Paskibraka kelas XII SMA/SMK/MA di Kantor Dikda Sulut. Jumat (9/10/2026).

NPM, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) menggelar program bimbingan belajar gratis bagi 60 purna Paskibraka kelas XII SMA/SMK/MA.

Program yang diprakarsai Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus SE, tersebut bertujuan mempersiapkan para peserta menghadapi seleksi Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), dan Sekolah Kedinasan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Drs Jahja P Rondonuwu MSi didampingi Plh Sekretaris Dikda Sulut Bravo Turangan ST M.Kom dan Kabid Pembinaan SMA Chemry Rojen Lebe SPd MPd, di Kantor Dikda Sulut Jumat (9/10/2026).

Kadis Dikda Sulut, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk perhatian Gubernur Sulawesi Utara terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan.

“Melalui bimbingan belajar gratis ini, para purna Paskibraka diharapkan memperoleh kesempatan untuk mempersiapkan diri secara lebih optimal dalam menghadapi seleksi,” ujar Jahja dalam sambutannya.

Menurut Jahja, purna Paskibraka merupakan aset berharga daerah yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi generasi penerus dan calon pemimpin masa depan. Karena itu, pembinaan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung pengembangan kemampuan dan karakter mereka.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya memahami proses pembinaan Paskibraka serta dampaknya terhadap pembentukan karakter karena pernah terlibat langsung sebagai pembina.

“Saya juga pernah menjadi pembina Paskibraka selama dua tahun saat di Jawa Tengah, di Kota Salatiga dan Kabupaten Purwodadi. Saya tahu betul bagaimana proses pembinaan ini membentuk karakter,” ungkap Jahja.

Program bimbingan belajar tersebut berlangsung selama dua bulan, mulai 9 Oktober hingga 9 Desember 2026. Pelaksanaannya menggunakan metode hybrid, yakni memadukan pembelajaran daring dan tatap muka.

Materi yang diberikan mencakup pengayaan akademik, persiapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), bimbingan psikotes, simulasi ujian (try-out), serta pembinaan kesamaptaan fisik. Rangkaian materi tersebut dirancang untuk membantu peserta meningkatkan kesiapan akademik, mental, dan fisik dalam menghadapi tahapan seleksi.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap para peserta dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing dalam mengikuti seleksi Akmil, Akpol, maupun Sekolah Kedinasan.

Program ini sekaligus diharapkan membuka peluang bagi putra-putri Sulawesi Utara untuk mengembangkan potensi diri dan mengabdi kepada bangsa dan negara melalui jalur TNI, Polri, maupun Pemerintahan. (dio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *