NPM, MANADO – DPRD Sulawesi Utara memanggil rapat PT Pertamina, Senin (19/10).
Pemanggilan ini menyusul terjadinya kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang di seluruh SPBU di Manado.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen dan dihadiri sejumlah instansi terkait.
Dalam rapat itu, Fransiscus Andi Silangen mendesak Pertamina segera mengambil langkah strategis guna menuntaskan kelangkaan BBM.
“Kelangkaan BBM seperti penyakit kronis yang harus ditemukan obat dan terapi yang tepat agar tidak kambuh,” kata Silangen.
Silangen menegaskan, antrean panjang kendaraan di SPBU tak hanya memengaruhi aktivitas warga, tapi berpengaruh pada ekonomi.
“Aktivitas ekonomi terganggu karena kelangkaan BBM ini. Bayangkan, masyarakat harus antri berjam-jam untuk BBM,” ujarnya. Menjawab hal tersebut,
Sales Area Manager Pertamina Agung Surya Pranata mengaku tengah berupaya mengoptimalkan distribusi agar kelangkaan tidak kembali terulang.
“Pertamina akan berupaya menjaga ketersediaan BBM, termasuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Desember,” katanya.
Sedangkan untuk solar, penetapan kuota BBM bersubsidi merupakan kewenangan BPH Migas. Pertamina hanya bertindak sebagai operator.
“Kalau pun ada anggapan apakah ada permainan kuota, itu kami pastikan tidak ada karena kami tidak menentukan kuota sampai ke lembaga penyalur. Yang menentukan kuota adalah BPH Migas,” jelas Agung. (rud)













