Manado  

Wali Kota Andrei Angouw Rapat Dengan Sumber Daya Air Balai Sungai Sulawesi Utara 1 Manado

NPM, Manado – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Andrei Angouw dan dr. Richard Sualang, melakukan pertemuan dengan Konsultan Balai Sungai Sulut Kementerian PU Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Sungai Sulawesi 1 Manado.

Hadir dalam pertemuan yang dikaksanakan di Ruang Rapat Wali Kota Sekot dr. Steaven Dandel M.Ph., Asisten II Atto Bulo S.H.,M.M, Kepala Baperinda Marcos Kairupan S.T, Kadis PUPR John Suwu S.T.,M.T, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Constantine Doaly S.Pt, para Konsultan serta pejabat teknis (SDA) Manado.

Pada pertemuan ini Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekot dan pejabat Pemkot lainnya mendengarkan penjelasan dari Konsultan (SDA) terkait dengan program kerja (SDA) di Kota Manado.

Berbagai hal dipaparkan terkait lokasi – lokasi yang menjadi program pelaksanaan kegiatan Balai Air di Kota Manado.

Bukan hanya itu saja, dijelaskan soal General Outline Pengendalian Banjir Kota Manado Berbasis “Nature Base Sokution (NBS)”.

Selain itu Pengendalian banjir perkotaan berdasar kan konsep NBS yang ikut dijelaskan seperti,

– penyaluran aliran banjir permukaan dengan sistem saluran drainase perkotaan,
– penampungan sementara aliran banjir,
– reduksi aliran banjir permukaan dengan mekanisme infiltrasi, evapotranspirasi dan evaporasi,
– pengamanan infrastruktur pengendali banjir secara Green Structure.

Alhasil, disela sela pemaparan konsultan SDA, Wali Kota dan Wakil Wali Kota ikut bertanya terkait hal-hal yang berkaitan dengan materi pembahasan.

Tak tanggung tanggung, para konsultan (SDA) ikut menyampaikan studi-studi pengenda lian banjir serta program-program jangka pendek yang ada di Kota Manado.

“Secara spesifik disampaikan program revitalisasi embung di Tikala, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dilapangan Sparta Tikala, RTH Lapangan Ketang Baru serta RTH SMP Negeri 9,” ungkap Wali Kota.

Usai pemaparan Wali Kota dan Wakil Wali Kota bertanya rencana kerjanya Balai yang akan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk Daerah-Daerah resapan kendati sebagian besar sudah jadi pemukiman.

Menurut Konsultan (SDA), program kerja kedepan adalah intinya mengoptimal kan ruang terbuka hijau serta rencana dari balai yakni membuat sumur resapan.

“Ruang terbuka hijau dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi warga masyarakat sehingga diharapkan dengan adanya revitalisasi dari SDA tidak merusak atau meniadakan fasilitas yang ada terutama yang disediakan untuk tempat rekreasi atau demi kenyamanan masyarakat umum,” ungkap Andrei.

Selain itu, bagaimana meminimalisisr banjir tapi juga bisa menjadi tempat warga berekreasi atau kegiatan yang bermanfaat positif.

“Jika ruang terbuka hijau ini di disign sedemikian rupa agar tertata, tamannya tetap tersedia termasuk ada pohon-pohon yang rindang termasuk dibuat ruang terbuka hijau dan sumur resapan merasa tertarik kalau lapangan dan fasilitasnya dibuat menjadi lebih menarik dan estetik dengan tidak membongkar fasilitas yang ada yang tentunya segala sesuatu dikoordinasi kan dengan Pemerintah Kota,” tegas Andrei.

Diapun menambahkan, semua program yang dibahas ini dimaksudkan untuk mengurangi debet air yang sering membuat pemukiman tergenang atau potensi banjir di Kota Manado.

Andrei mewanti-wati soal pemanfaatan lahan agar dicek betul keabsahan tanah dan kepemilikan supaya tidak bermasalah dikemudian hari.

Pada akhir pertemuan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota ikut memberikan masukan-masukan bahkan berharap bahwa keseringan pengerukan perlu dilakukan oleh SDA agar dapat meminimalisir potensi banjir di Kota Manado.

“Sangat baik sekali kalau Sungai yang ada sering dikeruk agar Sungai ini dapat menampung debet air yang besar jika hujan cukup lama,” pungkasnya.

(Rogam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *