NPM, Manado – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menghadiri Acara Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026, Kamis (20/8/2026) di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado.
Pemprov Sulut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada OJK SulutGo, Bank Indonesia, jajaran Industri Jasa Keuangan, TPAKD, instansi pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Sinergi, dedikasi, dan komitmen lintas sektor saat ini menjadi kunci utama dalam mengejawantahkan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung, sekaligus memperluas jangkauan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) secara berkelanjutan, khususnya di Bumi Nyiur Melambai,” ujar Gubernur Yulius.
Mengusung tema Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan, Gubernur menegaskan bahwa menabung bukan sekadar menyisihkan sisa uang.
“Menabung adalah sebuah latihan pembentukan karakter. Belajar membedakan antara kebutuhan primer dan keinginan impulsif; melatih kedisiplinan terhadap tujuan jangka panjang; serta keberanian menunda kesenangan sesaat demi kepastian masa depan yang lebih kokoh,” jelasnya.
Ia menambahkan, masa depan daerah dan bangsa tidak lahir dari kebetulan, melainkan dirajut dari keputusan-keputusan kecil dan bijak yang diambil setiap hari.
Gubernur juga menyoroti peran generasi muda yang mencapai 31% dari total populasi Indonesia sebagai penentu arah perekonomian menuju Indonesia Emas 2045.
Namun masih ada tantangan. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa sudah 92,76 persen, sementara tingkat literasi keuangannya baru 62,72 persen.
“Ini menunjukkan mayoritas generasi muda kita memiliki akses rekening, tetapi belum sepenuhnya dibekali pemahaman mengelola keuangan mereka secara bijak,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur patut bersyukur atas capaian di Sulut. Data OJK, telah diselenggarakan 119 kegiatan edukasi keuangan di 12 kabupaten/kota dengan menjangkau lebih dari 90 ribu peserta.
Dari sisi inklusi, tercatat pembukaan 41 ribu rekening pelajar baru dengan akumulasi nilai tabungan mencapai Rp18,38 miliar.
Keberhasilan ini membuktikan kekuatan kolaborasi yang nyata. Kendati demikian, perjuangan kita tidak boleh berhenti pada angka statistik.
“Tugas kita selanjutnya memastikan rekening-rekening tersebut tetap aktif, bertumbuh, dan mentransformasikan pengetahuan menjadi kebiasaan hidup sehari-hari,” pungkas Gubernur. (don)













