Jelang Muktamar ke 35 NU, PWNU Sulut Utimatum Pengurus Cabang Agar Satu Komando

SATU KOMANDO: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara bersama sejumlah Pengurus Cabang NU usai melakukan pertemuan. Foto Rudi Loho

NPM, MANADO – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara memberikan ultimatum terhadap seluruh pengurus cabang NU di Sulawesi Utara agar satu komando dalam pelaksanaan Muktamar ke 35 NU.

Penegasan ini disampaikan pengurus PWNU di hadapan pengurus cabang, Selasa (25/8) di Manado.

“Diharapkan semua pengurus cabang agar satu komando dengan pengurus wilayah. Jangan ada yang keluar barisan. Kalau ada yang tidak mau bersama nanti kita akan evaluasi. Semua satu komando,” tegas Wakil Ketua PWNU Dr Abeng Elong.

Dr Abeng meminta semua cabang agar satu persepsi dengan pengurus wilayah. Termasuk terus melakukan koordinasi dalam menentukan pilihan.

“Jangan melangkah di luar Komando. Mari kita sama-sama kerja untuk menyukseskan muktamar ini,” ujarnya.

Sekretaris Wilayah PWNU Masri Soleman menekankan soal kebersamaan dalam muktamar ini.

Menurutnya, jika ada cabang yang tidak satu visi dengan Pengurus Wilayah, tentu akan berpengaruh pada program selama lima tahun.

“Muktamar ini lima tahun sekali. Kita berhikmat di NU sepanjang tahun. Jadi jangan cederai hubungan kita ini dengan keluar dari garis komando,” pintanya.

Sementara Wakil Ketua PWNU Midun Loho menjelaskan, sejauh ini delegasi Sulut yang akan mengikuti  muktamar terdiri dari 15 cabang dan 1 wilayah. Semuanya memiliki hak suara.

“Sudah ada delegasi yang berangkat ke lokasi muktamar.  Penerbangan dua kloter,” jelasnya.

Diketahui, Muktamar ke-35 NU akan berlangsung 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Sejumlah nama tokoh mulai menguat sebagai calon Ketua PBNU.

Seperti KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang telah mengumumkan kesiapannya untuk maju kembali.

KH Abdul Ghaffar Rozin, Prof KH Nasaruddin Umar, KH Muhammad Yusuf Chudlori, KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Abdussalam Shohib. KH Zulfa Mustofa serta mantan Ketua Umum PB PMII Hery Haryanto Azumi.

Beberapa diantaranya bahkan sudah pernah menemui pengurus wilayah dan cabang NU se Sulut.

Dinamika pencalonan ini masih terus berjalan menjelang pembukaan Muktamar ke-35 NU.

Untuk keputusan resmi dan syarat pencalonan bergantung pada dukungan sah serta mekanisme tata tertib forum muktamar.

Forum tertinggi NU ini mengusung tema ‘Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa’. (rud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *