Peringati Maulid Nabi, Pemprov Sulut Wujudkan Spiritual Menjadi Aksi Keadilan Sosial

Suasana khidmat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Ahmad Yani, Manado, Selasa (25/8/2026). (ist)

NPM, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan komitmennya mentransformasi nilai spiritual menjadi keadilan sosial bagi masyarakat.

Hal ini mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Raya Ahmad Yani, Manado, Selasa (25/8/2026) pukul 08.00 WITA.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menekankan bahwa peringatan hari besar keagamaan harus berimplikasi langsung pada kesejahteraan warga melalui aksi nyata kepedulian.

Sambutan tertulis Gubernur dibacakan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay.

Kegiatan khidmat ini dihadiri jajaran Forkopimda Sulut, Kepala Kanwil Kemenag Sulut, Ulyas Taha, serta Ketua Panitia Pelaksana, Lukman Lapadengan.

Turut hadir pimpinan organisasi keagamaan, Pejabat Sipil, TNI, Polri, hingga jajaran Badan Takmir Masjid (BTM).

Tausiyah disampaikan Ustadz KH. Yaser Bin Salim Bachmid, Lc yang menguraikan napas spiritual Maulid selaras dengan pesan Gubernur tentang pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman Bumi Nyiur Melambai.

Mengusung tema Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Semangat Torang Samua Basudara Mewujudkan Sulut yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, Gubernur memposisikan Rasulullah sebagai uswatun hasanah dalam tata kelola publik.

“Nabi Muhammad SAW adalah teladan agung dalam membangun kejujuran dan keadilan. Nilai-nilai universal inilah yang harus kita tarik ke dalam ranah pelayanan masyarakat agar pembangunan di Sulawesi Utara benar-benar menyentuh aspek kemanusiaan,” ujar Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Wagub Victor.

Sebagai jangkar sosiopolitik, falsafah Torang Samua Basudara ditegaskan sebagai komitmen moral yang menjamin kesetaraan bagi setiap warga Sulut.

Sebagai bentuk implementasi, Pemprov Sulut menghadirkan:

1. Bakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Kemudahan akses layanan medis primer bagi jemaah dan masyarakat umum

2. Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis: Membantu produktivitas masyarakat melalui kesehatan penglihatan

3. Gerakan Pangan Murah: Menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban ekonomi keluarga

Dalam perspektif pembangunan, Gubernur menyampaikan pertumbuhan ekonomi tidak bermakna tanpa keadilan sosial.

Lembaga keagamaan dan rumah ibadah masjid, gereja, pura, vihara dipandang sebagai benteng moral dan pusat pembentukan karakter bangsa.

Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan semangat lokal: “Baku Bantu, Baku Jaga, dan Baku Sayang”.

“Keteladanan Nabi Muhammad SAW kiranya terus menjadi inspirasi perdamaian dan kasih sayang di Sulawesi Utara,” tutupnya. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *