NPM, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dibawah kepemimpinan Yulius Selvanus dan Johannes Victor Mailangkay memaparkan RKPD Tahun 2027.
Gubernur Yulius Selvanus memaparkan RKPD Tahun 2027 dalam forum Musrenbang dihadapan Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti serta para Anggota DPD/DPR RI Dapil Sulut, di Aula Mapalus, Kamis (9/04).
Ada 17 program unggulan yang disampaikan Gubernur demi menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.
1. Pencegahan dan Pemberantasan KKN serta Narkoba;
2. Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 12 Tahun dan Introduksi Makan Siang Bergizi Gratis;
3. Pengembangan Sumberdaya Manusia Melalui Penguatan Pendidikan Vokasi, Sains, Teknologi, dan Digitalisasi;
4. Penguatan Pelayanan Kesehatan Dasar Untuk Semua dan Jaring Pengaman Sosial;
5. Penguatan Jaringan Infrastruktur Jalan, Irigasi, dan Drainase;
6. Peningkatan Agro-Produksi, Agro-Industri, dan Agro-Marketing;
7. Peningkatan Sarana Prasarana Perikanan Tangkap dan Budidaya;
8. Optimalisasi Pembangunan Desa dan Pemberdayaan UMKM;
9. Pengembangan Sentra Pelayanan Publik Prima;
10. Pengembangan Pariwisata Cerdas (*Smart Tourism*)
11. Peningkatan Reformasi Birokrasi Melalui Pengembangan Sistem Meritokrasi, Penataan OPD, dan Ketatalaksanaan termasuk pengelolaan keuangan;
12. Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup, Kawasan Permukiman, dan Interaksi Sosial Kemasyarakatan;
13. Pengembangan Rencana Aksi Perubahan Iklim dan Sumberdaya Energi Terbarukan;
14. Pembinaan Olahraga, Pemuda, dan Generasi Milenial;
15. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;
16. Peningkatan Kinerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Pengembangan *Logistics Hub* sebagai *supporting unit* untuk IKN;
17. Pembinaan Pertambangan Rakyat.
“Musrenbang ini memang sangat penting dalam merumuskan pembangunan daerah serta sinegitas pusat daerah,” ujarnya.
Gubernur juga menyebut Pemprov Sulut menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027, yakni di kisaran 6,7% hingga 7,7%, meningkat dari capaian 5,66% pada tahun 2025.
Di saat yang sama, tingkat kemiskinan ditargetkan turun ke angka 5,02% – 5,42% dari sebelumnya 6,62%.
Fokus utama transformasi ekonomi ini akan berbasis pada sektor maritim dan pariwisata.
“Termasuk hilirisasi produk perikanan dan perluasan pasar ekspor melalui Pelabuhan Bitung sebagai hub internasional,” ujarnya. (don)













