NPM, TOMOHON – Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry melakukan panen raya jagung serentak kuartal II, Sabtu 16 Mei 2026, di Sonder, Minahasa.
Kapolda Sulut menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar penting dari ketahanan negara.
Melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan, Polri mengambil peran aktif menyukseskan program prioritas Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam Asta Cita poin ke-2, khususnya terkait kemandirian bangsa di bidang pangan.
“Kegiatan panen raya ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan simbol nyata kolaborasi dan komitimen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ucap Roycke Langie.
Berdasarkan data kuartal II tahun 2026, jajaran Polda Sulut menargetkan luas lahan jagung mencapai 8.571,61 hektare dengan target produksi jagung pipilan kering sebesar 107.048,98 ton.
Hingga 15 Mei 2026, realisasi lahan yang telah ditanami tercatat mencapai 2.806,90 hektare.
Dari jumlah tersebut, hasil produksi jagung yang berhasil dipanen telah menyentuh angka 12.202,95 ton dengan serapan Bulog sebesar 1.282,92 ton.
Pada pelaksanaan panen raya serentak kali ini, total lahan yang dipanen di wilayah hukum Polda Sulut mencapai 33 hektare yang tersebar di 12 titik lokasi.
Khusus untuk lokasi utama di Desa Sendangan, Kecamatan Sonder, lahan jagung yang dipanen adalah seluas 2,5 hektare.
Kapolda juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kelompok tani, Pemerintah Daerah, Bulog, serta seluruh jajaran kepolisian yang telah bekerja keras membuka lahan produktif dan melakukan pendampingan di lapangan.
Ia berharap momentum ini dapat terus memotivasi masyarakat dan stakeholder terkait untuk mengoptimalkan potensi pertanian di Sulawesi Utara demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Agenda ini turut dihadiri oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, para Pejabat Utama Polda Sulut, Kapolres Tomohon bersama jajaran, Forkopimda Kota Tomohon, serta perwakilan kelompok tani setempat. (fer)













