NPM, Manado – Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi daerah dan nasional, Sulawesi Utara mencatat capaian penting pada sektor ketenagakerjaan.
Data menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Utara pada Februari 2026 turun menjadi 5,75 persen, lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 6,03 persen dan Februari 2024 yang mencapai 5,98 persen.
Capaian ini menjadikan TPT Sulawesi Utara tahun 2026 sebagai yang terendah dalam tiga tahun terakhir, sekaligus menunjukkan bahwa arah pembangunan ekonomi daerah berada pada jalur yang positif.
Penurunan pengangguran bukan sekadar perubahan angka statistik.
Di balik angka tersebut terdapat semakin banyak masyarakat yang memperoleh pekerjaan, meningkatnya aktivitas usaha, serta tumbuhnya berbagai sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi daerah.
Berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari angka-angka makro, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Penguatan sektor pariwisata, percepatan investasi, pembangunan infrastruktur, pengembangan UMKM, serta dukungan terhadap sektor pertanian dan perikanan terus menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.
Aktivitas ekonomi yang tumbuh tersebut secara bertahap meningkatkan kemampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja baru.
Karena itu, keberhasilan menurunkan TPT menjadi 5,75 persen memiliki makna yang lebih luas.
Angka tersebut mencerminkan meningkatnya produktivitas ekonomi, bertambahnya kesempatan kerja, dan semakin terbukanya peluang usaha bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Tantangan tentu masih ada. Namun data menunjukkan bahwa Sulawesi Utara sedang bergerak ke arah yang benar. Setelah sempat meningkat pada tahun 2025, tingkat pengangguran berhasil ditekan dan mencapai posisi terbaik dalam tiga tahun terakhir.
Pembangunan yang berhasil bukanlah pembangunan yang hanya terlihat pada proyek dan infrastruktur, melainkan pembangunan yang mampu menghadirkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memberi harapan bagi masa depan masyarakat.
TPT 2026 yang menjadi terendah dalam tiga tahun terakhir merupakan bukti bahwa ekonomi Sulawesi Utara terus bergerak, kesempatan kerja terus bertambah, dan kesejahteraan masyarakat terus menjadi fokus utama pembangunan menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan. (don)













