NPM, Manado – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE menegaskan kepemimpinan yang adaptif menjadi kunci membangun ekosistem investasi yang sehat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan materi pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional PKN Tingkat II Angkatan 23 Tahun 2026 di Aula Integritas BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara, Selasa 14/07/2026.
Dalam paparannya, Gubernur menekankan dunia saat ini menghadapi perubahan cepat akibat digitalisasi, dinamika geopolitik, transformasi energi, perubahan iklim, hingga perkembangan Artificial Intelligence AI.
“Pemimpin birokrasi saat ini tidak lagi dinilai dari banyaknya aturan yang dibuat, tetapi dari kemampuannya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” tegas Gubernur.
Menurutnya, investasi adalah mesin utama pertumbuhan ekonomi karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, mendorong transfer teknologi, dan memperkuat daya saing daerah.
Bagi Sulut, investasi adalah instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemprov Sulut terus membangun ekosistem investasi melalui kepastian hukum, pelayanan publik cepat, infrastruktur, peningkatan SDM, keamanan, dan tata kelola pemerintahan baik.
Upaya ini mendorong tren positif realisasi investasi Sulut sepanjang 2025 hingga semester I 2026.
Sektor strategis yang berkembang, industri pengolahan, energi, pariwisata, perikanan, logistik, hingga KEK Likupang.
Untuk memperkuat iklim investasi, Pemprov melakukan reformasi perizinan OSS, penguatan infrastruktur, hilirisasi industri, pengembangan KEK Likupang, dan digitalisasi layanan pemerintahan.
Gubernur juga menegaskan pembangunan Sulut mengedepankan Green Economy dan Blue Economy sebagai fondasi menjaga keseimbangan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan.
Ia menguraikan 5 karakter pemimpin perubahan, Visioner, Adaptif, Kolaboratif, Berintegritas, dan Berorientasi Hasil.
“Marilah kita jadikan PKN Tingkat II ini sebagai momentum melahirkan pemimpin-pemimpin perubahan yang mampu menciptakan masa depan Sulawesi Utara yang lebih maju, inklusif, hijau, dan berkelanjutan,” pungkas Gubernur. (don)













