Minsel  

Pemkab Minsel Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem, Utamakan Keselamatan Selama Angin Kencang

Pemkab Minsel mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. (ist)

NPM, Amurang – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang diprakirakan terjadi pada 17 hingga 18 Juli 2026.

Imbauan yang disampaikan oleh Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., bersama Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., merupakan langkah preventif pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan.

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk menghindari area yang memiliki potensi bahaya, seperti berteduh maupun memarkir kendaraan di bawah pohon besar, baliho, atau papan reklame yang rawan roboh akibat terpaan angin kencang.

Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat menggunakan api di ruang terbuka untuk kegiatan memasak atau aktivitas lainnya. Api harus selalu diawasi agar tidak memicu kebakaran yang dapat meluas akibat hembusan angin.

Pemilik rumah dan bangunan juga diimbau memastikan kondisi atap, pintu, serta jendela dalam keadaan aman. Tenda, spanduk, dan berbagai benda yang mudah diterbangkan angin perlu diamankan untuk mencegah terjadinya kerusakan maupun kecelakaan.

Bagi pengguna jalan, pemerintah mengimbau agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya ketika melintasi ruas jalan yang banyak ditumbuhi pepohonan, mengingat adanya potensi pohon tumbang akibat angin kencang.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada instansi terkait apabila menemukan pohon tumbang atau kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani. Di samping itu, warga diharapkan terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan cuaca melalui BMKG serta mengikuti arahan pemerintah dan petugas di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan turut menyiagakan layanan pengaduan dan penanganan kedaruratan melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mempercepat respons apabila terjadi keadaan darurat selama periode cuaca ekstrem.

Melalui imbauan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, saling peduli, dan bersama-sama membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Dengan kepatuhan terhadap langkah-langkah mitigasi yang telah dianjurkan, diharapkan dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan sehingga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga. (bds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *