NPM, MANADO – Sinergi antara Polsek Wori, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa Utara, TNI, dan masyarakat berhasil mencegah meluasnya kebakaran lahan.
Kejadian di area kebun di samping Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ilo-Ilo, Desa Wori Jaga XVI, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (30/7/2026) malam.
Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 19.50 Wita.
Kobaran api pertama kali terlihat dari area kebun yang dipenuhi rumput kering dan semak belukar.
Kemudian dengan cepat merambat ke sejumlah titik sehingga menimbulkan kepulan asap tebal.
Menerima informasi tersebut, Kapolsek Wori Iptu Maria Olivia R. Rurupandang memimpin langsung personel menuju lokasi kejadian.
Bersama Babinsa Desa Wori Pratu Herman Pangaribuan, petugas Damkar Kabupaten Minahasa Utara, dan warga setempat, personel kepolisian bahu-membahu melakukan upaya pemadaman.
Agar api tidak meluas hingga ke kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pemilik kebun, Rahmat Mohudin (43), mengatakan dirinya mengetahui kebakaran setelah melihat kepulan asap dan kobaran api dari lahan miliknya.
Bersama warga sekitar, ia segera berupaya memadamkan api sambil meminta bantuan kepada aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.
Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke area yang lebih luas.
Setelah api padam, satu unit mobil Damkar Kabupaten Minahasa Utara masih melakukan penyiraman pada sejumlah titik untuk memastikan tidak ada api yang kembali menyala.
Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, mengatakan kecepatan respons personel di lapangan menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Terutama saat menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Personel Polsek Wori langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima informasi dan berkolaborasi dengan TNI, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat untuk memadamkan api,” ucap Iptu Agus Haryono.
“Berkat kerja sama seluruh pihak, kebakaran dapat dikendalikan sehingga tidak meluas ke area TPA maupun permukiman di sekitarnya,” ucapnya lagi.
Ia menambahkan, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Namun, sebagian area kebun mengalami kerusakan akibat terbakar.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Iptu Agus Haryono juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Khususnya pada lahan yang dipenuhi rumput kering saat musim kemarau yang mudah terbakar.
Serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. (fer)













