NPM, Manado — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan. Pengawasan mencakup progres pekerjaan, kualitas, kesesuaian spesifikasi teknis, kelengkapan administrasi, serta akuntabilitas pelaksanaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado Peter Karl Bart Assa ST MSc PhD bersama Tim Monev meninjau sejumlah sekolah penerima program revitalisasi. Sekolah yang dikunjungi yakni SD Negeri 02 Manado, SD Negeri 31 Manado, dan SMP Negeri 02 Manado.
Hasil pemantauan menunjukkan progres pekerjaan di sekolah-sekolah tersebut secara umum berjalan baik. Tim tidak hanya mencermati persentase penyelesaian, tetapi juga memeriksa kualitas pekerjaan, kesesuaian material, kondisi bangunan, serta bagian yang masih memerlukan perbaikan.
Di SD Negeri 02 Manado, pekerjaan revitalisasi dengan nilai bantuan sekitar Rp402 juta telah mencapai 100 persen. Sebelumnya, progres pekerjaan tercatat 84,70 persen pada minggu ke-12.
Saat ini, pekerjaan memasuki tahap pembersihan dan penataan akhir sebelum ruang kelas hasil revitalisasi kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Meski progres fisik telah mencapai 100 persen, Tim Monev masih memberikan sejumlah catatan untuk penyempurnaan pada bagian tertentu.
“Kalaupun progres sudah 100 persen, kita tetap melihat kembali hasil akhirnya. Kalau masih ada bagian yang perlu dirapikan atau disempurnakan, tentu kita sarankan untuk diperbaiki. Tujuannya agar hasil revitalisasi yang diterima sekolah benar-benar baik, aman dan berkualitas,” ujar Peter Karl Bart Assa. Selasa (29/9/2026).
Sementara itu, pemantauan di SD Negeri 31 Manado dan SMP Negeri 02 Manado juga menunjukkan perkembangan pekerjaan yang baik. Dikbud meminta progres tersebut terus dipertahankan dengan tetap mengutamakan kualitas dan kesesuaian dengan perencanaan teknis.
Monitoring juga dilakukan terhadap sekolah penerima program revitalisasi lainnya.
Di SD Garuda Manado, dengan nilai bantuan sekitar Rp1,197 miliar, progres pekerjaan pada minggu keempat mencapai 14,03 persen. Angka tersebut melampaui target sebesar 5,55 persen, dengan deviasi positif 8,48 persen. Tim Monev juga menilai sejumlah pekerjaan memiliki mutu yang baik.
Sementara di SMP Garuda Manado, progres pekerjaan tercatat 26,25 persen dari target 26,41 persen. Namun, Tim Monev menemukan penggunaan material rangka atap baja ringan yang belum sesuai dengan spesifikasi teknis.
Selain itu, RAB rinci dan Kurva-S belum tersedia di lokasi pekerjaan. Dikbud meminta material yang belum sesuai segera dikoreksi berdasarkan RAB dan spesifikasi teknis serta dokumen pengendalian pekerjaan dilengkapi.
Catatan teknis juga ditemukan di SMP Kristen Tikala. Progres fisik mencapai 57,20 persen, sedangkan target mingguan sebesar 19,26 persen.
Meski progres lebih tinggi dari target, Tim Monev menemukan sejumlah material baja ringan dan dimensi kayu rangka yang belum sesuai dengan gambar teknis. Pelaksana diminta segera melakukan koreksi.
Menurut Peter Karl Bart Assa, tingginya progres pekerjaan tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan program revitalisasi.
“Cepat itu baik, tetapi cepat saja tidak cukup. Pekerjaan harus benar, material harus sesuai spesifikasi, administrasi harus lengkap, dan yang paling penting hasil akhirnya harus aman digunakan oleh anak-anak kita,” tegasnya.
Assa mengatakan, monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari pengendalian pekerjaan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan. Setiap temuan di lapangan, menurutnya, harus segera ditindaklanjuti selama pekerjaan masih berlangsung.
“Yang paling penting adalah mutu dan keamanan bangunan. Apabila ditemukan material yang tidak sesuai spesifikasi, wajib dikoreksi. Bangunan ini akan digunakan anak-anak kita sehingga kualitas dan keselamatannya tidak boleh dikompromikan,” katanya.
Dikbud juga menekankan pentingnya ketersediaan dokumen teknis di lokasi pekerjaan, termasuk RAB rinci, gambar kerja, dan Kurva-S. Dokumen tersebut diperlukan untuk membandingkan rencana dengan realisasi pekerjaan di lapangan.
Dikbud Kota Manado memastikan monitoring akan terus dilakukan secara berkala terhadap sekolah penerima program revitalisasi. Setiap temuan dan rekomendasi perbaikan diminta segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Assa berharap program revitalisasi tidak hanya menghasilkan bangunan sekolah yang lebih baik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak digunakan dalam jangka panjang.
“Setiap rupiah bantuan pemerintah harus menghasilkan manfaat nyata bagi pendidikan. Karena itu, pekerjaan harus transparan, tepat mutu, tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Assa. (dio)













