NPM, MANADO — Kenaikan pangkat menjadi Kolonel Laut (P) Andreas Suko Riyanto, S.H. pada periode 1 Oktober 2026 menjadi momentum istimewa dalam perjalanan pengabdiannya di TNI Angkatan Laut.
Sosok yang dikenal akrab dengan awak media itu kini resmi menyandang pangkat Kolonel setelah sebelumnya bertugas sebagai Kadispen Kodaeral VIII.
Di lingkungan media, Andreas dikenal mudah membangun komunikasi dan cepat akrab dengan orang-orang yang baru dikenalnya.
Namun di balik seragam militernya, Andreas juga memiliki perhatian kuat terhadap dunia budaya dan tradisi Nusantara.
Pegang Filosofi Jawa
Salah satu filosofi yang kerap ia sampaikan adalah “Alon-alon waton kelakon”, yang secara umum dimaknai sebagai berjalan perlahan tetapi tetap berusaha mencapai tujuan.
Filosofi tersebut menjadi salah satu prinsip yang ia pegang dalam menjalani perjalanan karier dan kehidupan.
Selain sebagai prajurit TNI AL, Andreas aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan Tosan Aji.
Ia tercatat sebagai pendiri sekaligus pembina Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri di Kediri, Jawa Timur.
Andreas juga turut mendirikan komunitas Wanita Bersanggul Indonesia (WBI) Cabang Kediri serta aktif sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan budaya dan siaran radio bertema kebudayaan.
Dari Tosan Aji hingga Pencak Silat
Kecintaannya terhadap budaya Nusantara juga diwujudkan melalui aktivitas di dunia Tosan Aji.
Andreas juga aktif dalam salah satu perguruan pencak silat. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Komisariat di Juanda, Sidoarjo, serta Ketua Cabang di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan Andreas dalam menjaga hubungan dengan budaya dan tradisi Nusantara di tengah tugasnya sebagai prajurit.
Punya Impian Membangun Kediri
Di balik perjalanan karier militernya, Andreas menyimpan sebuah cita-cita untuk kembali ke tanah kelahirannya di Kediri setelah pensiun dari TNI.
Ia ingin ikut membangun daerah tersebut melalui sektor budaya dan pariwisata.
Bagi Andreas, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari pembangunan masyarakat dan daerah.
Bersyukur atas Kenaikan Pangkat
Atas kenaikan pangkat menjadi Kolonel, Andreas menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pimpinan dan institusi TNI AL atas kepercayaan yang diberikan melalui kenaikan pangkat tersebut.
“Saya bersyukur kepada Tuhan atas limpahan berkat kenaikan pangkat menjadi Kolonel. Terima kasih kepada dinas dan pimpinan TNI AL atas kepercayaan serta anugerah pangkat ini.”
Andreas berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“Semoga saya bisa semakin amanah dan mengemban tugas dengan lebih baik, sehingga dapat memberikan manfaat bagi TNI, TNI AL, bangsa dan negara serta masyarakat luas.”
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga besar Yayasan Panjalu Jayati Kadhiri yang selama ini memberikan doa dan dukungan dalam perjalanan kariernya.
Kenaikan pangkat tersebut bukan hanya menjadi pencapaian dalam karier militer, tetapi juga menjadi momentum bagi Andreas untuk terus membawa nilai-nilai pengabdian, budaya dan kebersamaan dalam setiap langkahnya.













