NPM, Amurang – Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK Negeri 1 Amurang Barat resmi digelar, sebagai bagian penting dalam mengukur kesiapan dan kemampuan siswa menghadapi dunia kerja, Senin (13/4/2026).

Kegiatan UKK tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kecabdin) Minahasa Selatan–Minahasa Tenggara, Arie Toloh, S.E., yang menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri.
Pelaksanaan UKK di SMK Negeri 1 Amurang Barat menjadi momentum strategis dalam memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar dunia kerja, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Amurang Barat, Viany Tambingon, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Minahasa Selatan–Minahasa Tenggara, Bapak Arie Toloh, S.E., atas dukungan dan kehadirannya dalam membuka kegiatan ini,” ujar Tambingon.
Tambingon juga memberikan apresiasi kepada para penguji eksternal yang telah berkontribusi langsung dalam proses penilaian kompetensi siswa.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Henli Barten Tuela, S.E., M.A.P., dosen Institut Sains dan Teknologi Esa Trinita sekaligus manajer perusahaan, yang telah bersedia menjadi penguji eksternal untuk kompetensi keahlian Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL), serta turut memberikan motivasi melalui pemberian hadiah kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik.
Apresiasi serupa juga diberikan kepada Prasetyo Damongi, dosen Institut Sains dan Teknologi Esa Trinita, yang menjadi penguji eksternal untuk program Desain Komunikasi Visual (DKV).
Selain itu, pihak sekolah turut menyampaikan terima kasih kepada mekanik dari PT Toyota, Kevas Kaligis, yang telah berkontribusi sebagai penguji eksternal pada kompetensi Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO).
Kegiatan UKK ini diikuti oleh para siswa dari berbagai jurusan sebagai tahap akhir dalam proses pembelajaran di tingkat SMK.
Melalui uji kompetensi ini, siswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya serta siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan keterlibatan langsung para praktisi dan akademisi sebagai penguji eksternal, kualitas penilaian diharapkan semakin objektif dan relevan dengan kebutuhan industri.
“SMK Negeri 1 Amurang Barat terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan vokasi, guna mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan di era global,” pungkasnya. (Buds)













