NPM,MANADO- Tidak tersedianya anggaran untuk peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Manado, seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Dr Bart Peter Assa Msc,Phd di sejumlah media, langsung mendapat respon dari sejumlah orang tua siswa yang sudah menyiapkan anak-anak mereka untuk mengikuti perhelatan (O2SN).
Menurut sejumlah orang tua yang meminta namanya tidak dipublish, mereka sempat mendapat info bahwa anggaran (O2SN) di Kota Manado sudah tidak ada. Namun sangat disayangkan ketika kepala dinas Pendidikan Dr Bart Assa Msc,Phd menyampai kan bahwa anggaran tersebut sudah tidak ada.
“Inikan sangat janggal, masa sekelas Kota Manado tidak bisa menyiapkan anggaran untuk peserta O2SN, di Kabupaten/Kota lain di Sulut ada,” ungkap mereka.
Merekapun menyebut kan saat ini Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Daerah-Daerah lain sedang giat-giatnya menciptakan atlet-atlet sejak usia dini atau pelajar untuk bisa berprestasi di masa akan datang.
“Kami sangat berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah kota Manado terutama Walikota Andrei Angouw untuk anak-anak atau pelajar yang sudah serius berlatih untuk mengikuti (O2SN) dan sebagai prestasi awal untuk mencapai cita-cita mereka sebagai atlet-atlet berprestasi kedepan bukan hanya dibiarkan,” ucap mereka
Selain itu katanya, saat ini banyak kasus-kasus kriminal yang dilakukan oleh anak-anak remaja. Dan seharusnya ketika ada peluang anak-anak di usia dini atau pelajar ingin berprestasi lewat olahraga, maka Pemerintah harus memberikan dukungan penuh.
“Ini sama saja membiarkan anak-anak menjadi “peks-peks” di masa depan dan kami sangat kecewa,” beber mereka.
Informasi yang dihimpun oleh media ini, sejumlah cabang olahraga yang sangat menonjol dan bisa berprestasi di tingkat Provinsi dan tingkat Nasional oleh anak-anak yang ada di Kota Manado yaitu, cabor atletik, silat, renang, badminton serta beberapa cabor lainnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Barta Assa, Msc, Phd saat dimintai keterangan mengatakan, dananya ada tapi sangat kecil dan tidak cukup untuk membiayai minimal 5 cabang olah raga O2SN, OSN dan juga FLS3N.
“Anggaranya ada tapi sangat minim,” pungkas mantan Kepala Dinas PUPR ini.
(Rogam)













