NPM, Manado – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado menggelar seminar “Pengembangan Atraksi Wisata: Strategi Mewujudkan Pariwisata Sulawesi Utara yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”, Kamis (16/7/2026).
Seminar menghadirkan Dr. Drevy Malalantang, S.Si., S.E.,M.Pd selaku Dosen STIEPAR Manado, Dosen Luar Biasa IAKN Manado, sekaligus Tim Ahli Gubernur Sulawesi Utara sebagai narasumber tunggal.
Kegiatan ini diikuti dosen, guru SMA/SMK, mahasiswa dan siswa dari berbagai sekolah. Tujuannya menjadi ruang akademik membahas arah pembangunan pariwisata Sulut di tengah dinamika global yang menuntut inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi.
Dr. Drevy membuka dengan sosialisasi tema Pariwisata Sulut “Blue Sky, Blue Sea dan Greenland” yang diusung Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE.
“Atraksi wisata adalah alasan utama wisatawan datang dan kembali ke sebuah destinasi. Karena itu, pengembangannya harus kreatif dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat budaya lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan Sulut punya kekayaan pariwisata lengkap. Mulai dari wisata bahari kelas dunia Bunaken, Likupang, Selat Lembeh, Kepulauan Sitaro, Sangihe, Bolmong hingga Talaud, ditambah potensi budaya, kuliner, sejarah, dan ekonomi kreatif.
Beberapa strategi yang dipaparkan:
1. Penguatan desa wisata
2. Pengembangan sport tourism & wellness tourism
3. Wisata budaya dan edukasi
4. Peningkatan kualitas festival dan event daerah
5. Peningkatan SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan penguasaan digital
Dr. Drevy menekankan pembangunan pariwisata berkelanjutan butuh pendekatan pentahelix: sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
Perguruan tinggi punya peran strategis sebagai pusat riset dan inovasi untuk rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah. (don)













