NPM,MANADO– Aksi keributan yang berujung pada baku pukul diajang kejuaraan Tinju Manado di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado , mendapat kecaman keras dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Manado, Bonyx Saweho SE,
lelaki petarung yang pernah meraih medali emas tinju di Olympic India ini, membantah keras tudingan yang dialamatkan kepadanya bahwa dirinya telah melakukan pemukulan terhadap salah satu korban di arena (KONI) Manado tatkala terjadi keributan usai pertandingan Liga Pelajar di Youth Center Manado, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Bonyx, tudingan yang dialamatkan tersebut sangat tidak beralasan bahkan tidak benar dan hanya merupakan berita bohong.
” Pada saat kejadian saya justru berada di lokasi untuk melerai serta mendamaikan bahkan memisahkan pihak-pihak yang terlibat dalam keributan tersebut. Dan bukan saya memukul ,” koar Bonyx saat dimintai keterangan oleh jurnalis media ini
Lebih jauh lelaki yang dikenal ramah dan murah senyum ini mengungkapkan , kejadian itu bermula tatkala pertandingan selesai, dan ada salah seorang , merupakan orang tua atlet asal Sangihe memprotes terkait persoalan piagam penghargaan yang tidak diterima oleh anaknya.
“Perlu diketahui setelah selesai pertandingan, terindentifikasi ada satu orang tua atlet asal Kabupaten Sangihe yang protes keras terkait pemberian piagam. Dan menurut dia, sudah lama ia menunggu piagam tapi belum diberikan ,” tegas mantan Camat Tuminting ini.
Lelaki familiar inipun menjelaskan bahwa pada saat persoalan tersebut terjadi, dirinya sedang berada di lantai dua (KONI) Manado untuk mengelar rapat bersama para perangkat pertandingan, wasit dan juri. Dan saat kejadian itu terjadi saya tidak mengetahui secara langsung persoalan awal yang berlangsung di lantai satu tepatnya dibawah gedung (KONI) Manado.
Alhasil setelah turun dari lantai dua, sayapun langsung didatangi orang tua atlet asal Sangihe tersebut. Kemudian yang bersangkutan menyampaikan rasa kecewanya terhadap pelaksanaan pertandingan tinju bahkan tidak ingin lagi mengurus kegiatan olahraga tinju.
Tanpa pikir panjang, Bonyxpun mencoba menenangkan dan menanyakan persoalan yang dipermasalahkan orang tua tersebut.
“Perlu diketahui saya sangat kenal dengan yang bersangkutan, makanya saya tegur dan bertanya, ada apa ini ?? sontak saja orang tua atlet itu berkata piagam anaknya tidak diberikan.” ungkapnya.
Pun saat mendengar hal itu secara cepat saya menghubungi pihak panitia dan meminta agar persoalan tersebut dicek terlebih dahulu kepada pegawai yang menangani administrasi pemberian piagam.
“Terkait piagam tunggu dulu. kita mo cek ke pegawai, nanti kita suruh print,” ucapnya.
Namun sangat disesalkan situasi kemudian kembali memanas ketika yang bersangkutan terus marah marah sambil mengepulkan asap rokoknya.
Saat itulah ada seorang menegurnya untuk bersikap sopan dan segera mematikan rokok tatkala berbicara dengan seorang Kepala Dinas
Tak pelak pada saat mematikan rokoknya, diapun yang bersangkutan berteriak tidak terima teguran tersebut. Kemudian terjadilah keributan dan perkelahian.
Sontak saja , saat terjadi perkelahian, sayapun langsung mengambil tindakan untuk melerai dan memisahkan kedua belah pihak yang terlibat dan bukan memukul.
“Waktu terjadi perkelahian, saya langsung melerai dan memisahkan perkelahian itu. Jadi bukan kita ada pukul.” tegas Bonyx.
Mantan Camat Wenang inipun secara tegas dan keras membantah pernyataan yang menyebut dirinya telah melakukan pemukulan. Dan meminta agar masyarakat terutama pelaku olahraga dan atlet tidak mengambil kesimpulan secara sepihak dari informasi yang berkembang serta belum terverifikasi dengan benar .
“Mana mungkin saya memukul orang tua atlet sedangkan yang bersangkutan sangat saya kenal. Tolong statemen yang mengatakan saya memukul. Di video itu tidaklah benar dan saya tidak pernah memukul dan jangan menyebar hoax,” tegasnya.
Bonyxpun berharap agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan dan meminta semua pihak mengedepankan fakta serta menjaga suasana tetap kondusif dalam setiap kegiatan olahraga yang ada di Provinsi Sulut dan Kota Manado.
Sementara itu korban pemukulan dan perkelahian yang terjadi di (KONI) Manado itu sudah dilaporkan kepihak kepolisian Polresta Manado.
(Rogam)













