Gubernur Lantik Pengurus FKUB Sulut Periode 2026-2031

NPM,MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE melantik Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Utara periode 2026–2031 di Wisma Negara Gubernuran Bumi Beringin, Senin (21/9/2026).

Pun pengurus (FKUB) Sulut periode baru tersebut diketuai oleh Pdt. Thomas Renata Ticonuwu, M.Th & Wakil Ketua Adalah Pdt. Ronald A. Rantung juga selaku Ketua Majelis Pusat (GMAHK) di Indonesia.

Pelantikan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara, tokoh-tokoh lintas agama, pengurus FKUB, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus (FKUB) Sulut periode sebelumnya atas kontribusi dalam menjaga kehidupan kerukunan umat beragama di daerah.

Gubernur berharap kepengurusan yang baru mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas kerukunan yang telah dibangun selama ini.

“Pertahankan kualitas dan peringkat kerukunan. Pertahankan Sulawesi Utara sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Yulius.

Menurutnya, kerukunan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan. Karena itu, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus terus membangun kehidupan yang harmonis, saling menghargai, dan hidup berdampingan.

“Tidak ada perdamaian dan kerukunan, pembangunan tidak akan berjalan dengan baik. Mari kita hidup beriringan, berdampingan,” tegasnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap berbagai persoalan sosial-keagamaan. FKUB diharapkan mampu menjadi ruang dialog dan penyelesaian persoalan secara komprehensif, tanpa terjebak pada kepentingan sektoral.

“Harus cepat tanggap, cepat cari solusi komprehensif. Jangan ego sektoral,” pesan Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kelembagaan FKUB dengan menyediakan gedung sekretariat yang layak, sehingga FKUB dapat menjalankan fungsi koordinasi, dialog, mediasi, dan penguatan kerukunan secara lebih optimal.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen bersama menjadikan Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang konsisten merawat toleransi, dialog lintas iman, perdamaian, dan persaudaraan dalam bingkai NKRI dan Sulut terus Melaju.

 

(Rogam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *