Pemkot Manado Launching GEMA MAKASE, Targetkan 6.000 Anak Kembali Bersekolah

Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang bersama Kadis Dikbud Manado Bart Assa dan Ketua Komisi IV DPRD Manado Jimmy Gosal menandatangani komitmen dukungan GEMA MAKASE, dilanjutkan dengan foto bersama para pemangku kepentingan pendidikan di Aula Serbaguna Pemkot Manado, Kamis (1/10/2026).

NPM, Manado — Pemerintah Kota (Pemkot) Manado meluncurkan Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah (GEMA MAKASE) sebagai upaya bersama untuk mengembalikan anak-anak yang terhenti bersekolah agar kembali memperoleh akses pendidikan.

Kegiatan Sosialisasi dan Launching GEMA MAKASE berlangsung di Aula Serbaguna Pemerintah Kota Manado, Kamis (1/10/2026). Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang, mewakili Wali Kota Manado Andrei Angouw.

Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Kota Manado Jimmy Gosal SH MH, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Manado Julises Oehlers SH MH, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Peter Karl Bart Assa ST MSc M.Tr.Par CGRE PhD, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Lidwine Tombuku SSTP MSi.

Hadir pula para kepala satuan pendidikan SD dan SMP se-Kota Manado, akademisi, tokoh agama, pemerhati pendidikan, camat, lurah, dan ketua-ketua lingkungan.

Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang menyampaikan bahwa terdapat sekitar 6.000 anak di Kota Manado yang terhenti bersekolah. Menurut Sualang, data tersebut telah dipetakan berdasarkan nama dan alamat (by name by address), sehingga pemerintah dapat mengetahui wilayah yang memiliki jumlah anak terhenti bersekolah.

“Kita sudah memiliki data by name by address. Kita tahu di kecamatan mana dan kelurahan mana yang jumlahnya terbanyak,” ujar Sualang dalam sambutannya.

Ia mengatakan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Pemkot Manado mengajak DPRD, akademisi, tokoh agama, pemerhati pendidikan, satuan pendidikan, camat, lurah, hingga ketua-ketua lingkungan untuk bersama-sama mengatasi persoalan anak yang terhenti bersekolah.

Pemkot Manado juga telah menyiapkan aplikasi sebagai bagian dari upaya penanganan dan pendataan anak yang terhenti bersekolah.

Sualang turut menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Manado mencapai 82,40 dan berada pada kategori sangat tinggi. Namun, ia menilai masih adanya anak yang terhenti bersekolah menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Dan torang semua berkomitmen bahwa tidak ada lagi anak yang tidak sekolah di Kota Manado,” tegas Sualang.

Dalam kesempatan tersebut, Sualang secara resmi meluncurkan GEMA MAKASE atas nama Pemerintah Kota Manado dan Wali Kota Manado Andrei Angouw.

“Atas nama Pemerintah Kota Manado, secara resmi saya atas nama Wali Kota Manado Andrei Angouw, me-launching Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah,” ujar Sualang.

Ia berharap GEMA MAKASE tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, tetapi menjadi gerakan yang terus hidup di tengah masyarakat.

“Kiranya GEMA MAKASE ini menjadi gerakan yang hidup di tengah-tengah masyarakat sebagai wujud kepedulian kita terhadap masa depan anak-anak Kota Manado dan menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan dapat diakses oleh banyak orang,” katanya.

Para kepala satuan pendidikan SD dan SMP se-Kota Manado juga didorong untuk berperan aktif dalam menerima kembali anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan. Dukungan terhadap kebutuhan pendidikan, termasuk seragam sekolah, menjadi bagian dari upaya tersebut.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen dukungan GEMA MAKASE sebagai bentuk keterlibatan berbagai pihak dalam upaya mengembalikan anak-anak yang terhenti bersekolah.

Pemkot Manado berharap GEMA MAKASE dapat menjadi gerakan berkelanjutan di tengah masyarakat untuk memastikan semakin banyak anak kembali memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.

Gerakan tersebut juga diharapkan mendukung pembangunan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. (dio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *