Wabup Theodorus Kawatu Hadiri Workshop UPLAND, Bahas Keberlanjutan Pertanian Terpadu 2027–2029

Wabup Minsel Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P, menghadiri Workshop National Exit Strategy Proyek UPLAND. (ist)

NPM, AMURANG – Wakil Bupati Minahasa Selatan Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P, menghadiri Workshop National Exit Strategy Proyek UPLAND yang dirangkaikan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu Tahun 2027–2029 di Avenzel Hotel & Convention Cibubur, Provinsi Jawa Barat, Rabu (14/10/2026).

Wabup Minsel Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P, menghadiri Workshop National Exit Strategy Proyek UPLAND. (ist)

Workshop tersebut membahas arah kebijakan, strategi transisi, dan keberlanjutan Proyek UPLAND (The Development of Integrated Farming System in Upland Areas), program pengembangan sistem pertanian terpadu di wilayah dataran tinggi.

Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas petani, meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian, serta mendorong pengelolaan potensi pertanian secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Bagi Kabupaten Minahasa Selatan, keberlanjutan pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu perhatian penting karena sektor tersebut berperan dalam perekonomian daerah dan menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Pengembangan pertanian terpadu tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan petani, efisiensi usaha tani, peningkatan kualitas hasil, serta perluasan akses pasar.

Kehadiran Wakil Bupati Minsel dalam forum tersebut menjadi bagian dari keterlibatan pemerintah daerah dalam koordinasi pembangunan pertanian bersama pemerintah pusat dan mitra pembangunan. Namun, rincian tindak lanjut khusus untuk Kabupaten Minahasa Selatan dalam periode 2027–2029 belum dijelaskan dalam bahan kegiatan yang tersedia.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Hermanto, M.P, bersama sejumlah kepala daerah dan perwakilan lembaga mitra pembangunan.

Para kepala daerah yang hadir antara lain Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H, M.H, Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag, Bupati Purbalingga H. Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana, Wakil Bupati Lebak Ir. H. Amir Hamzah, serta Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi.

Perwakilan mitra pembangunan yang turut hadir berasal dari International Fund for Agricultural Development (IFAD), melalui perwakilan Asia and the Pacific Division di Jakarta, serta Islamic Development Bank (IsDB), melalui perwakilan Regional Hub Indonesia.

Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan merumuskan langkah keberlanjutan program pertanian terpadu untuk periode 2027–2029. (bds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *