NPM, Manado — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado, Peter Karl Bart Assa ST MSc PhD menegaskan bahwa usulan penghentian sementara pembelajaran tatap muka akibat kemarau panjang dan kekhawatiran terhadap pencemaran udara perlu dikaji secara matang dengan mengutamakan keselamatan peserta didik.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas aspirasi masyarakat yang meminta kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara menyusul kekhawatiran terhadap dampak asap dan pencemaran udara di Kota Manado.
Menurut Bart Assa, kesehatan dan keselamatan siswa merupakan prioritas utama. Namun, keputusan harus didasarkan pada data yang akurat, pertimbangan objektif, serta rekomendasi teknis dari instansi terkait.
“Meliburkan sekolah itu mudah. Namun, memastikan bahwa keputusan tersebut benar-benar melindungi kesehatan anak tanpa mengabaikan hak mereka untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas merupakan tanggung jawab yang jauh lebih besar,” ujar Assa kepada newposkomanado.id, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa penghentian sementara pembelajaran tatap muka tidak serta-merta membebaskan anak-anak dari paparan pencemaran udara. Kondisi udara di sekolah, perjalanan menuju sekolah, dan lingkungan rumah perlu dipertimbangkan sebelum kebijakan ditetapkan.
Apabila pencemaran berdampak serius pada wilayah tertentu, penyesuaian pembelajaran dapat diprioritaskan bagi sekolah-sekolah terdampak. Namun, jika risiko meluas dan membahayakan kesehatan, kebijakan yang lebih luas perlu dipertimbangkan.
Bart Assa juga menyoroti keterbatasan pembelajaran daring, terutama bagi siswa yang tidak memiliki perangkat digital atau akses internet memadai. Karena itu, apabila pembelajaran tatap muka harus dihentikan sementara, sekolah perlu menyiapkan alternatif pembelajaran, seperti modul belajar mandiri dan penugasan terarah sesuai kondisi peserta didik.
Di sisi lain, langkah mitigasi dapat dilakukan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, menyesuaikan kegiatan belajar, mengurangi masuknya asap ke ruang kelas, serta memberikan perhatian khusus kepada siswa yang rentan mengalami gangguan kesehatan.
Untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah dinilai penting guna memperoleh informasi mengenai kondisi pencemaran, wilayah terdampak, dan potensi risiko kesehatan bagi peserta didik.
Ia menegaskan bahwa penghentian sementara pembelajaran tatap muka tetap terbuka untuk dipertimbangkan apabila kondisi mengharuskannya. Kebijakan tersebut harus proporsional, tepat sasaran, dan dapat dievaluasi sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Menurutnya, keselamatan anak dan keberlangsungan pendidikan merupakan dua tanggung jawab yang harus dijalankan secara bersamaan. Pemerintah perlu memastikan keduanya tetap terlindungi melalui kebijakan yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bart Assa juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, mencegah kebakaran, dan tetap waspada terhadap dampak pencemaran udara. Ia berharap hujan segera turun secara merata sehingga dapat membantu mengurangi dampak asap dan memulihkan kualitas udara di Kota Manado agar anak-anak dapat belajar serta beraktivitas dengan aman dan sehat. (dio)













