NPM, Amurang – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengajak seluruh masyarakat menjadikan perayaan Pengucapan Syukur sebagai momentum memperkuat iman, rasa syukur, dan kebersamaan, tanpa mengurangi makna spiritual yang terkandung di dalamnya.

Melalui imbauan resmi yang disampaikan Bupati Franky Donny Wongkar, S.H., dan Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, S.IP., masyarakat diajak menjadikan Pengucapan Syukur sebagai wujud ungkapan syukur atas berkat Tuhan, termasuk kesehatan, kekuatan, kesempatan bekerja, dan berusaha.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengimbau agar perayaan dilaksanakan secara sederhana, tanpa pesta pora maupun perilaku yang berlebihan. Masyarakat juga diharapkan tidak menyediakan ataupun mengonsumsi minuman beralkohol sehingga suasana Pengucapan Syukur tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Selain itu, masyarakat diajak bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan lingkungan, serta mempererat kerukunan antarwarga demi mendukung kelancaran seluruh rangkaian perayaan di setiap desa dan kelurahan.
Pemerintah juga mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas selama pelaksanaan Pengucapan Syukur, khususnya terkait pengaturan arus lalu lintas, guna menghindari kemacetan dan menciptakan kenyamanan bagi masyarakat maupun tamu yang berkunjung.
Dalam mendukung kelancaran mobilitas, pemerintah desa dan kelurahan diimbau menyiapkan kantong-kantong parkir dengan memanfaatkan lapangan, halaman kantor, sekolah, maupun lokasi lain yang memungkinkan, sehingga kendaraan pengunjung dapat tertata dengan baik dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Bupati Franky Donny Wongkar, S.H., dan Wabup Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, S.IP. berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi menjaga suasana yang damai, tertib, dan penuh sukacita selama perayaan Pengucapan Syukur berlangsung.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk mewujudkan Pengucapan Syukur yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna sebagai ungkapan iman kepada Tuhan serta menjadi momentum mempererat persaudaraan, menjaga ketenteraman, dan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, lancar, dan kondusif bagi semua. (bds)













