NPM, Amurang – Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., melayat ke rumah duka almarhum Pnt. Hasni Royke Johannis Pola, S.Pd., M.Pd., Rabu (5/8/2026). Kehadiran Wakil Bupati menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan atas berpulangnya salah satu putra terbaik yang telah mendedikasikan hidupnya bagi dunia pendidikan.

Dalam suasana duka yang penuh haru, Wakil Bupati menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta mengenang almarhum sebagai sosok pendidik yang sederhana, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sepanjang perjalanan kariernya, almarhum mengabdikan diri di berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan. Pengabdiannya dimulai sebagai Guru SMA Negeri 1 Tombasian pada tahun 1986 hingga 2008. Selanjutnya, beliau dipercaya memimpin SMA Negeri 1 Kumelembuai (2009–2011), menjadi Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 1 Motoling Barat (2012–2014), Kepala SMA Negeri 1 Tatapaan (2014–2016), Kepala SMA Negeri 1 Amurang Timur (2016–2017), dan mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Kepala SMA Negeri 1 Amurang sejak tahun 2017 hingga memasuki masa purna bakti pada tahun 2023.
Selama lebih dari tiga dekade mengabdi, almarhum dikenal sebagai pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai disiplin, kejujuran, serta semangat pengabdian kepada para peserta didik. Jejak pengabdiannya telah melahirkan banyak generasi yang kini berkarya di berbagai bidang dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan serta keluarga besar Kawatu–Kaunang, Wakil Bupati menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Pnt. Hasni Royke Johannis Pola, S.Pd., M.Pd.
“Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan, dan damai sejahtera kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, serta menerima almarhum dalam kemuliaan dan damai kekal di rumah Bapa di Surga,” ungkapnya.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan. Namun, dedikasi, keteladanan, dan semangat pengabdiannya akan terus hidup dalam ingatan para siswa, rekan sejawat, serta masyarakat yang pernah merasakan sentuhan karya dan pelayanannya.
Selamat jalan, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Pengabdianmu telah meninggalkan jejak yang tak lekang oleh waktu, menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkarya, melayani, dan membangun bangsa melalui dunia pendidikan. (bds)













