Minsel  

27 Sekolah Lansia Diluncurkan di Minsel, Target 47 Sekolah pada 2026

Peluncuran Program Sekolah Lansia di Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan bagian dari implementasi Program Sidaya (Lansia Berdaya). (ist)

NPM, AMURANG – Sebanyak 27 Sekolah Lansia diluncurkan di Kabupaten Minahasa Selatan, Rabu (9/9/2026). Program tersebut tersebar di 25 desa dan dua kelurahan pada 16 kecamatan, dengan target pembentukan 47 Sekolah Lansia di 17 kecamatan sepanjang 2026.

Peluncuran Program Sekolah Lansia di Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan bagian dari implementasi Program Sidaya (Lansia Berdaya). (ist)

Peluncuran berlangsung di Balai Desa Tumpaan Dua, Kecamatan Tumpaan, dan dihadiri Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan serta perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara.

Program Sekolah Lansia merupakan bagian dari implementasi Program Sidaya (Lansia Berdaya). Program tersebut diarahkan untuk memberikan ruang pembelajaran bagi masyarakat lanjut usia dalam menjaga kesehatan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mendorong kemandirian.

Di Minahasa Selatan, sejumlah Sekolah Lansia telah aktif sebelumnya, antara lain di Desa Munte, Kecamatan Tumpaan; Kelurahan Kawangkoan Bawah, Kecamatan Amurang Barat; Desa Boyong Atas, Kecamatan Tenga; Desa Malola Satu, Kecamatan Kumelembuai; serta Desa Wiau Lapi dan Desa Rumoong Atas, Kecamatan Tareran.

Dengan peluncuran 27 sekolah baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menargetkan jumlah Sekolah Lansia terus bertambah hingga mencapai 47 sekolah pada 2026.

Bupati Franky Wongkar menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara atas dukungan terhadap pelaksanaan program Sekolah Lansia di Minsel.

Apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Minahasa Selatan, para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menilai keberadaan Sekolah Lansia menjadi salah satu bentuk pendidikan sepanjang hayat yang memberikan kesempatan kepada masyarakat lanjut usia untuk tetap belajar dan menjaga kualitas hidup.

Pelaksanaan program tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, PLKB, serta unsur terkait lainnya. Sebagian peserta mengikuti kegiatan secara langsung dari lokasi peluncuran, sementara perwakilan dari kecamatan dan wilayah lainnya mengikuti secara daring.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Kerja Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga yang mewakili Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, dr. Alfrida Bayang, M.Kes., bersama jajaran.

Turut hadir Camat Tumpaan Terry Lolowang, S.E., bersama para camat yang mengikuti kegiatan secara daring; Kepala Puskesmas Tumpaan dr. Cony Toliu; para PLKB; serta para lurah dan hukum tua yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.

Hukum Tua Desa Tumpaan Dua Elke Poluakan, S.KM., juga hadir bersama jajaran pemerintah desa. Kegiatan turut dihadiri para lanjut usia dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan. (bds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *