NPM, Manado – Setelah pemutakhiran data anggota senat sekaligus pelantikan yang telah dilaksanakan, proses tahapan pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode 2026-2030 semakin dekat dan rencananya akan dilaksanakan pada Desember 2026.
Salah satu figur yang mencuat adalah Dr. Flora Pricilla Kalalo, SH., MH.
Calon rektor ini merupakan figur yang sangat populer di kalangan akademisi dengan jam terbang mumpuni dan integritas teruji sebagai dosen, pernah menjabat Dekan Fakultas Hukum dan Wakil Rektor.
Pengalaman tersebut menjadi modal utama. Seiring berjalannya waktu, Flora sudah 2 kali maju sebagai calon rektor namun mengalami kegagalan.
Di sela kesibukan tugas dan tanggung jawab, Flora Kalalo dalam wawancara menegaskan kesiapannya untuk maju sebagai calon Rektor Unsrat.
“Siap maju sebagai calon rektor Unsrat,” tegasnya.
Ia menambahkan, bila dipercayakan terpilih, fokus utama pada program dan visi misi besar kemajuan pendidikan tinggi Unsrat untuk Sulawesi Utara.
Yang ditutup dengan perkataan “Mujizat Tuhan itu Nyata.”
Sementara itu, dukungan datang dari sejumlah tokoh alumni dan akademisi Unsrat terkait dinamika Pilrek Unsrat saat ini.
Dr. Lily Lengkong, mantan Kadis Pendidikan dan Kadis Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, menyatakan Unsrat pada Pilrek 2018 terpilih Rektor Prof. Ellen Kumaat dan Pilrek 2022 terpilih Prof. Berty Sompie.
Faktanya, Prof. Ellen Kumaat terseret kasus korupsi dan Prof. Berty Sompie sebelum habis masa jabatan diberhentikan atau adanya Plt. Rektor.
Hal tersebut merupakan citra yang buruk dalam kurun waktu 10 tahun.
“Kita mo dukung jo pa Flora rektor Unsrat, ini kali so depe saat mo jadi rektor karna kita tau dia seorang visioner mo beking tu Unsrat lebe bae,” ujar dr. Lily.
Hal yang sama disampaikan alumni Unsrat, Hendri Lumapow, Kadis Perpustakaan Kabupaten Minahasa Selatan.
Begitupun Alumni Unsrat Herman Teguh berharap Pilrek Unsrat menghasilkan pemimpin yang punya program jelas, paling utama memajukan dari keterpurukan yang telah terjadi.
“Pilrek ini harus jadi momentum kemajuan, bukan perpecahan. Butuh Rektor yang mampu membawa Unsrat jadi kebanggaan orang Sulut di kancah tingkat Nasional dan Internasional,” tandasnya. (*/don)













